JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Budidaya Tanaman Nilam

Tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang dikenal dengan minyak nilam ("patchouly oil"). Minyak nilam banyak dipergunakan dalam industri kosmetik, parfum, sabun, dan industri lainnya. Dengan berkembangnya pengobatan aromaterapi, minyak nilam selain sangat bermanfaat untuk penyembuhan fisik juga mental dan emosional. Manfaat lainnya, minyak nilam bersifat fixatif (yakni bisa mengikat minyak atsiri lainnya) yang sampai sekarang belum ada produk substitusinya (pengganti).
Produk yang dihasilkan dari usahatani nilam adalah terna (daun dan ranting). Melalui proses penyulingan dihasilkan minyak nilam. Dalam proses penyulingan tersebut dihasilkan limbah berupa ampas penyulingan minyak. Ampas ini dapat digunakan sebagai mulsa untuk mengembalikan lahan ke kondisi semula (virgin soil).

SYARAT TUMBUH

Tanaman nilam dapat tumbuh dan berproduksi baik pada daerah dengan ketinggian 0-1.200 m di atas permukaan laut (dpl). Namun dia akan tumbuh dan berproduksi optimum pada daerah dengan ketinggian 10-400 m dpl. Curah hujan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman nilam 2.300-3.000 mm/tahun. Suhu udara antara 24-28oC dengan kelembaban di atas 75%. Intensitas penyinaran untuk produksi minyak nilam optimal berkisar 75-100%. Tanaman nilam menghendaki tanah yang subur dan gembur, membutuhkan banyak air, tetapi tidak tahan genangan air, karena itu perlu dibuat drainase (pengairan) yang baik dan dapat menahan air. Tanaman ini menghendaki tanah bertekstur lempung sampai liat berpasir, dengan pH 5,5-7. Tanaman nilam yang banyak dibudidayakan yaitu dari jenis nilam Aceh, karena kadar minyak (2,5-5%) dan kualitas minyaknya lebih tinggi dari jenis nilam jawa dan nilam sabun.
Secara visual (penglihatan) nilam Aceh dapat dibedakan dari nilam jawa dari daunnya. Permukaan daun nilam Aceh halus, tepi daun bergerigi tumpul dan ujung daunnya runcing, sedangkan nilam jawa permukaan daun kasar, tepi daun bergerigi runcing dan ujung daun meruncing.

Terdapat tiga varietas nilam dari jenis nilam Aceh yang sudah dilepas yaitu varietas Tapak Tuan, Lhokseumawe dan varietas Sidikalang. Secara visual ketiga varietas tersebut dapat dibedakan dari pangkal batangnya. Pangkal batang varietas Tapak Tuan hijau dengan sedikit ungu, varietas Lhokseumawe lebih ungu dan varietas Sidikalang paling ungu. Untuk perbanyakan tanaman, gunakan bahan tanaman yang berasal dari varietas unggul, sehat serta bebas dari hama dan penyakit. Ambil batang atau cabang setek yang berdiameter 0,8-1,0 cm, dengan panjang setek 10-20 cm dan paling sedikit mempunyai 3 atau 4 mata tunas. Bahan setek diambil dari cabang yang sudah cukup umur, dan berasal dari tengah-tengah cabang. Kebutuhan tanaman ± 20.000/ha tanaman, belum termasuk bahan tanaman untuk penyulaman.

 

Sumber: Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Lampung