Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Varietas
upbs
negara
katam
pustaka111
bankpadi
phsl

Kalender Kegiatan

Berita
Simpanan Benih Kedelai Tahan sampai 2 Tahun Daya Tumbuh 85% , Kearifan lokal Desa Rejobinangun PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Gohan, O.M.   
Jumat, 04 April 2014 16:28

Dalam sistem produksi pertanian baik untuk memenuhi konsumsi sendiri maupun berorientasi komersial diperlukan adanya ketersediaan benih berdaya hasil tinggi dan bermutu baik. Karena benih merupakan infrastruktur yang sangat menentukan untuk tercapainya tingkat produktivitas suatu usahatani. Tanpa menggunakan benih bermutu/berlabel dari varietas unggul, mustahil akan diperoleh produksi dan pendapatan usahatani yang optimal.

Namun hal ini tidaklah mudah karena daya tumbuh benih kedelai cepat menurun sampai kurang dari 80% dalam waktu relatif singkat 2-3 bulan. Sedangkan jarak musim tanam berikutnya relatif lama. Namun bagi petani kedelai di Desa Rejobinangun tidaklah bermasalah, karena dengan kearifan lokalnya dalam penyimpanan benih kedelai dalam galon, atau jerigen, benih dapat tahan sampai dua tahun dengan daya tumbuh tetap tinggi sekitar 85%.

Proses penyimpanan benih dimulai setelah biji kedelai dirontok kemudian dibersihkan dari sisa-sisa kotoran baik tanaman maupun tanah, dipisahkan antara yang baik dengan yang tidak baik, biji kedelai yang baik dipilih satu per satu dijadikan benih.

Benih dijemur berulang-ulang sekitar 7-10 hari dengan alas terpal diatas lantai jemur, hal ini bertujuan agar kadar air benih benar-benar rendah mencapai sekitar 80% dengan tanda apabila benih kedelai digigit akan berbunyi kletik tandanya sudah kering benar. Benih dimasukan kedalam galon atau jerigen yang dalamnya sudah kering betul, kemudian leher galon diberi abu dapur dan ditutup rapat supaya menyerap kelembaban dari benih.

Benih dikeluarkan apabila akan ditanam dilapangan. Jika tutup dibuka maka benih harus dijemur kembali lalu diberi abu dapur, kemudian ditutup rapat untuk menjaga kadar air tetap rendah dan berusaha mensterilkan dari kontaminasi dari benda luar yang dapat menjadi hama atau penyakit terhadap benih-benih yang mereka simpan.

Muchlas, SE. Peneliti BPTP Lampung menyampikan bahwa Sistem penyimpanan benih seperti ini dapat menghasilkan daya tumbuh 85% dan dapat tahan sampai dua tahun dengan kondisi cukup baik, hal ini telah dibuktikan bahwa ternyata umur benih yang telah mencapai sekitar dua tahun setelah ditanam dilapangan menunjukkan daya tumbuh masih cukup tinggi sekitar 85% dan pertumbuhan tanaman relatif cukup baik seperti terlihat pada gambar.

LAST_UPDATED2
 
Tepung Pisang Raja Nangka Disukai Konsumen PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Gohan, O.M. dan Suryani   
Rabu, 26 Maret 2014 09:55

tepung pisangPisang termasuk buah tropika yang produksinya melimpah saat panen raya  khususnya  di daerah Lampung.  Seperti halnya komoditas hortikultura lainnya, pisang tidak memiliki daya simpan yang lama sedangkan upaya mengolah pisang terbatas pada jenis makanan seperti pisang goreng, kolak dan sale.

Berdasarkan hal tersebut, diperlukan alternatif pengolahan lain yang dapat memberikan nilai tambah yaitu mengolah pisang menjadi tepung pisang. Sebagai produk setengah jadi tepung pisang dapat digunakan sebagai formula kue, substitusi terigu dan makanan bayi

Hasil pengkajian yang dilakukan oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Lampung  menunjukkan bahwa dari beberapa jenis pisang yang banyak dibudidayakan di Provinsi Lampung yaitu pisang janten, pisang muli, raja nangka dan kepok manado, pisang raja nangka merupakan pisang yang paling baik untuk diolah menjadi tepung pisang.  Berdasarkan aspek rendemen (20-21%), total kandungan gula (4,985%), preferensi kesukaan konsumen, ketersediaan bahan baku dan dari aspek ekonomi.

Tepung yang dihasilkan dari pisang raja nangka memiliki warna, tekstur dan aroma yang paling disukai oleh konsumen. Berikut Teknik Pembuatan Tepung Pisang. Dari hasil analisis finansial usaha pembuatan tepung pisang raja nangka dapat memberikan nilai tambah > 15 % dengan  B/C ratio 1,40, yang menunjukkan usaha pembuatan tepung pisang layak untuk dikembangkan.

Teknologi pembuatan tepung pisang sederhana, tidak perlu biaya besar, tahan disimpan, mengandung zat gizi yang cukup beragam dan tentunya menguntungkan Produk olahan tidak terbatas pada pembuatan tepung saja tetapi dengan diversifikasi produk olahan lanjutan antara lain roti, cake, kue kering, kue lapis, puding dan makanan bayi.

Dengan teknologi pembuatan tepung pisang membuka peluang bagi masyarakat di wilayah sentra produksi pisang seperti di Provinsi Lampung untuk menambah pendapatannya.

LAST_UPDATED2
 
Lada varietas Natar 1 PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Gohan, O.M.   
Jumat, 21 Maret 2014 15:45

lada natar 1Varietas lada Natar 1 ini merupakan hasil seleksi varietas Belantung dari  Lampung. Varietas lada Natar 1 telah diketahui mempunyai beberapa keunggulan antara lain :

1. mempunyai adaptasi terhadap cekaman air sedang,

2. cekaman terhadap terhadap kelebihan air sedang,

3. toleran terhadap hama penggerek batang dan penyakit BPB, dan

4. mempunyai potensi produksi lada hitam sampai 4 ton per hektar.


BPTP Lampung telah mengembangkan varietas Lada Natar 1 ini.  BPTP Lampung juga telah melakukan pengujian terhadap varietas lada ini.  Pembibitan dan Visitor plot Lada Natar-1 berada di Kebun Percobaan Natar di Desa Negara Ratu, Kecamatan Natar, Lampung Selatan.

LAST_UPDATED2
 
Petani Peringsewu Sangat Meminati VUB Padi Inpari PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Gohan, O.M.   
Kamis, 13 Maret 2014 16:40

Peringsewu-BPTP Lampung mengenalkan langsung ke petani di Desa Tanjung Dalam, Kec. Pagelaran Kabupaten Peringsewu.  Dari Display yang dilakukan dimana petani melihat dan mengamati langsung Varietas Padi Inpari petani sangat antusias pada Inpari 14, 15, dan 16.

Hadir dalam dispaly tersebut dihadiri Kepala BPTP Lampung yang diwakili oleh Dr. Ir. Bariot Hafif, M.Si, kepala BP4K kab. Pringsewu, Kepala BP3K Pagelaran dan camat Pagelaran.  Acara ini juga dihadiri  sekitar 100 orang terdiri dari peneliti dan penyuluh serta petani.

Kepala BPTP Lampung menyampaikan bahwa Badan Litbang Pertanian telah menghasilkan varietas unggul Padi Inpari, maka BPTP Lampung sebagai perwakilan Litbang Pertanian di Prov. Lampung  melakukan diseminasi hasil penelitian Litbang.   Dalam pelaksanannnya BPTP berkordinasi dengan BP4k Pringsewu dimana Peneliti, penyuluh, dan petani saling bekerjasama dalam mengembangkan penyebarluasan varietas unggul baru ini.

Penanggung Jawab Kegiatan ini Ir. Ernawati, M.TA menyampaikan bahwa dilokasi ini dipilih dengan menempatkan petani penakar yang formal (yang biasa menakar dan mensertifikasi benih) dan Informal (yang belum terbiasa menakar benih)  sehingga diharapkan respon petani tinggi terhadap Varietas Inpari.

Hasil ubinan menunjukan varietas Inpari Lebih tinggi daripada varietas konvensional yang ditanam petani seperti Ciherang dan Mikongga.  Ubinan yang telah dipanen yaitu Inpari 10 sebesar 7,10 ton/ha GKP, Inpari 18 ton/ha GKP, sedangkan Ciherang hanya 6,56 ton/ha.

Display dilakukan pada varietas Inpari 10, Inpari 14, Inpari 15, Inpari 16, Inpari 18, dan sebagai kontrol varietas Ciherang dan Mekongga.  Dalam dialog petani tertarik  yang telah melihat langsung display tertarik  varietas Inpari 14, Inpari 15, dan Inpari 16 dan menginginkan benih tersebut tersedia untuk musim tanam berikutnya.

LAST_UPDATED2
 
Tingkatkan Profesionalitas dengan Seminar Bulanan BPTP Lampung PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Gohan, O.M.   
Jumat, 07 Maret 2014 08:43

BPTP Lampung Melakukan Seminar bulanan yang rutin dilakukan setiap akhir bulan.  Seminar  bulanan di tahun 2014 ini sudah yang kedua.

Seminar Bulanan di BPTP Lampung  dihadiri oleh peneliti,  penyuluh,  teknisi litkayasa dari BPTP Lampung dan juga beberapa  Fungsional  Penyuluh, Widyaiswara, POPT dari UPTD di Provinsi Lampung.

Seminar  bulanan di terakhir di bulan Februari dimoderatori oleh Gohan Octora Manurung, SP dan sebagai pembahas  Ir. Kiswanto, SP.

Sebagai pemakalah Ir. Jamhari Hadipurwanta, M.Si dengan judul makalah analisis kinerja dan peran sektor dan subsektor pertanian dalam pembangunan ekonomi Provinsi Lampung.  Kemudian pembicara kedua oleh Dian Meithsari SP dengan judul  Patogenesitas Isolat Beauveria bassiana Blas.

Pada Pradewasa Trioxys sp dan Lipolexis sp, parasitoid kutu daun (Aphis gossypii glover).  Sedangkan pemakalah terakhir dengan judul  diversifikasi produk olahan pala (Myristica fragrans, Houtt) di Kabupaten Pesawaran.

Untuk Bulan Maret Akan dilakukan seminar di akhir bulan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

LAST_UPDATED2
 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
Joomla Templates by JoomlaVision.com