Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
DB function failed with error number 2
Could not connect to MySQL

Kalender Kegiatan

Berita
Bimbingan sumber dan akses informasi untuk peneliti/penyuluh BPTP Lampung PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Gohan O.M.   
Senin, 21 Juli 2014 10:45

BPTP Lampung bekerjasama dengan Pusat Perpustakaan Dan Penyebaran Teknologi Pertanian melakukan pelatihan bimbingan sumber dan akses informasi untuk peneliti/penyuluh di BPTP Lampung.  Acara dibuka oleh Kasi KSPP BPTP Lampung Agung Lasmono, SP dan diikuti oleh peneliti, penyuluh.

Acara bimbingan ini diisi oleh Pustakawan Sudarno, A.Md  dan Sariful.  Peneliti dan penyuluh dilibatkan dalam pendaftaran penggunaan user id dalam menggunakan aplikasi online dari website : www.sciencedirect.com dan www.springer.com.

Dengan adanya penggunaakn aplikasi majalah online ini diharapkan peneliti penyuluh akan menerimah makalah dan artikel online yang berguna untuk pembangunan pertanian.

 
KP Masgar Kembangkan Bawang Merah PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Gohan O.M.   
Jumat, 11 Juli 2014 13:35

budidaya bawang merah lampungKP Masgar mengembangkan bawang merah hasil penelitian Badan Litbang Pertanian ,Varietas yang ditanam saat ini adalah bima, katumi, mentes, dan pikatan yang merupakan varietas yang dihasilkan balitsa. KP masgar merupakan eks BIP. berada di lokasi yang strategis di jalan lintas sumatera sekitar 30 km dari kantor BPTP Lampung.

Tanaman bawang merah sudah pada  tahap ke dua penanaman berupa varietas bima, katumi, mentes, dan pikatan. Bawang yang dihasilkan digunakan untuk perbenihan.

selain bawang merah, KP Masgar juga mengembangkan display tanaman bawang daun. penanaman bawang daun dilakukan dipekarangan KP Masgar. Bawang daun ditanam di Pot dan dilahan.  Display ini mendukung program M-KRPL. KP Masgar juga membuat display tanaman papaya merah delima.  Pepaya ini merupakan varietas keluaran badan litbang pertanian.  Pepaya merah delima ini berkembang dengan baik di KP Masgar yang berada di dataran rendah.

LAST_UPDATED2
 
MKRPL : Tanaman Seledri dan Daun Bawang untuk Lebaran PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Gohan O.M.   
Senin, 07 Juli 2014 14:23

mkrpl tanggamus sayuranM-KRPL Pesawaran dan Tanggamus telah berkembang luas kemassyarakat dan berjalan dengan baik.  Hal ini ditinjau Kepala BPTP Lampung dalam melakukan monitoring dan evaluasi Program MKRPL yang dilakukan Kepala BPTP Lampung Prof. Dr. Ir. Risfaheri, M.Si dan Penanggung jawab MKRPL Prov. Lampung Dra. Alvi Yani, M.Si.

Lokasi yang dikunjungi adalah MKRPL di Kabupaten tanggamus di Desa Campang dan di Kabupaten Pesawaran.  Pemantauan pada lokasi M-KRPL untuk monitoring dan mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukan dan sarana untuk menerima umpan balik.

MKRPl di Kabupatem tanggamus Desa Campang telah kembang dengan baik. Dari 25 koperator pada tahun 2013 telah bereplikasi menjadi 100 orang pada tahun 2014 yang ikut menerapkan KRPL.  Begitu juga dengan  KBD telah berjalan dengan baik dengan memenuhi kebutuhan bibit anggota dan menjual bibit diluar kooperator.  Tanaman yang banyak ditanam koperator saat ini adalah daun seledri dan daun bawang karena harga jual tinggi disaat menjelang Lebaran.

MKRPL di Pesawaran juga telah berjalan denga nbaik dengan tanaman kooperator yang telah berkembang di pekarangan.  Tanaman yang dikembangkan telah berorientasi penjualan hasil dengan banyak yang menanam cabai merah, seledri dan daun bawang dengan harapan menjual di saat Lebaran.  orientasi penanaman di lokasi M-KRPL tidak hanya pada untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga tetapi sudah berorientasi profit sehingga meningkatkan pendapatan rumah tangga.

mkrpl sayuran

LAST_UPDATED2
 
Pengendalian Hama Tikus di Lahan Sawah PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Gohan O.M.   
Rabu, 02 Juli 2014 11:30

Tikus Sawah merupakan hama penyebab kerusakan terbesar tanaman padi di Indonesia terutama pada agroekosistem dataran rendah dengan pola tanam intensif.  Hama ini termasuk hama yang relatif sulit dikendalikan. Perkembangbiakan dan mobilitas tikus yang cepat serta daya rusak pada tanaman padi yang cukup tinggi menyebabkan hama tikus selalu menjadi ancaman pada pertanaman padi. Kehilangan akibat serangan tikus sangat besar, karena menyerang tanaman sejak padi di persemaian hingga menjelang panen.

Berkaitan dengan hal tersebut, maka upaya pengendalian perlu dilakukan secara terpadu (PHT). Strategi PHT dilaksanakan berdasarkan pemahaman ekologi tikus, dilakukan secara dini, intensif dan terus menerus (berkelanjutan) dengan memanfaatkan berbagai teknologi pengendalian yang sesuai dan tepat waktu. Disamping itu kegiatan pengendalian diprioritaskan pada waktu sebelum tanam (pengenalian dini), untuk menurunkan populasi tikus serendah mungkin sebelum terjadi perkembangbiakan tikus yang cepat pada stadium generatif padi; dan pelaksanaan pengenalian dilakukan oleh petani secara bersama-sama (berkelompok) dan terkoordinasi dalam cakupan skala luas (hamparan).

Cara  pengendalian hama tikus sebagai berikut :

  • TBS (Trap Barrier System)

Cara Pemasangan TBS

  • Pilih petakan sawah berukuran kira-kira 20 – 50 m2
  • Pasang ajir bambu setiap 1 m bentangan pagar
  • Gunakan tali atau kawat untuk menegakkan pagar plastik pada petakan. Pagar perlu dibenamkan 10 cm di bawah tanah agar tikus tidak menerobos melalui bagian bawah pagar dan dipasang setinggi 60 cm untuk mencegah loncatan di atas tanah
  • Buatlah saluran air di bagian luar pagar dengan lebar minimal setengah meter
  • Pasang paling sedikit 1-2 bubu perangkap pada masing-masing sisi (harus dipasang serapat mungkin dengan pagar, tanpa celah yang memungkinkan tikus masuk menerobos di luar pintu perangkap).
  • § Pasang jalan masuk dengan meletakkan lumpur di depan pintu masuk perangkap

Gambar  Bubu Perangkap Dipasang Rapat Dengan Pagar Plastik

Catatan :

  1. Perangkap dirapatkan dengan pagar menggunakan ajir bambu
  2. Perangkap dipasang di atas pematang atau permukaan air dan ditutup dengan jerami
  3. Gundukan lumpur diletakkan di depan pintu masuk perangkap sebagai jalan masuk tetapi  tidak menghambat aliran air
  4. Bersihkan pagar dan saluran air dari rumput
  • Gropyokan

Pengendalian dengan peralatan lengkap (pemukul,  emposan, jaring dan sebagainya) yang dilakukan oleh seluruh komponen masyarakat yang terkoordinir dan terencana dalam satu hamparan pertanaman yang luas.

  • Pengumpanan

Pengumpanan racun tikus dengan rodentisida akut atau antikoagulan yang dicampur gabah  atau beras kemudian diletakkan pada lalulintas tikus.

  • Penggenangan

Penggenangan lobang-lobang tikus dilakukan pada  saat menjelang pembuatan persemaian.

  • · Sanitasi Habitat

Dilakukan selama musim tanam padi, yaitu dengan cara membersihkan gulma dan semak-semak pada habitat utama tikus yang meliputi tanggul irigasi, jalan sawah, batas perkampungan, pematang, parit, saluran irigasi, dll. Juga dilakukan minimalisasi ukuran pematang (tinggi dan lebat pematang) kurang 30 cm agar tidak digunakan sebagai tempat bersarang.

  • Pengendalian Hayati

Pengendalian menggunakan musuh alami seperti kucing, anjing dan burung hantu.

  • Tanam dan Panen Serempak.

Dalam satu hamparan, diusahakan selisih waktu tanam dan panen tidak lebih dari 2 minggu. Hal tersebut untuk membatasi tersedianya pakan padi generatif, sehingga tidak terjadi perkembangbiakan tikus yang terus menerus

  • Fumigasi/Pengemposan

Fumigasi dapat efektif membunuh tikus dewasa beserta anak-anaknya di dalam sarang. Agar tikus mati, tutuplah lubang tikus dengan lumpur setelah difumigasi dan sarang tidak perlu dibongkar. Lakukan fumigasi selama masih dijumpai sarang tikus terutama pada stadium generatif padi.

 

Waktu Pengendalian

  • Masa Pra Tanam :

Dilakukan kegiatan : sanitasi, gropyokan masal, penggenangan, perbaikan pematang dan penanaman tanaman perangkap yang dipasangi TBS.

  • Saat Pesemaian
    Masih dilakukan pemasangan TBS, dilakukan pengemposan belerang, penggenangan dan pengawasan.
  • Masa pertanaman padi
    Dilakukan beberapa teknik pengendalian secara terpadu antara lain : TBS, pengemposan belerang,  pemasangan jaring, pengumpanan racun tikus dan gropyokan.

Daerah Rekomendasi

Pengendalian hama tikus secara terpadu direkomendasikan pada daerah yang banyak memiliki semak-semak dan rawa-rawa di sekitar persawahan, karena di daerah tersebut sering terjadi migrasi tikus dari tempat habitatnya dengan jumlah besar, sehingga tidak dapat dikendalikan secara konvensional.

 

Kegiatan Pengendalian Hama tikus yang telah dilakukan BPTP Lampung di Lampung Tengah

Serangan hama tikus mulai terlihat disekitar areal hamparan sawah pada musim tanam Gadu ini di Seputih Raman Kab. Lampung Utara sehingga perlu dilakukan berbagai pengendalian hama tikus.  Beberapa pengendalian yang dilakukan yaitu grobyokan tikus dan TBS (Trap Barrier System).

Groboyakan tikus dilakukan di Seputih Raman bersama tim BPTP Lampung yang diikuti berbagai kelompok tani dihamparan tersebut.  Alat yang digunakan untuk melakukan grobyokan yaitu kompor khusus pembakar berbahan bakar gas, sedangkan bahan yang dipakai yaitu sekam padi dan belerang.

Sebanyak 40 orang petani melakukan grobyokan, satu tim penggrobyokan terdiri dari 4 orang sehingga bias bergerak melakukan pengendalian tikus disekitar hamparan tikus. Petani mencari lubang tikus kemudian memberikan sekam dan belerang lalu dibakar sehingga asap memasuki lubang tikus. Banyak tikus yang keluar lubang lalu mati dan ada yang tidak keluar dari lubang.  Tikus yang tidak keluar lubang diperiksa dengan menggali lubang tikus didapat banyak tikus telah mati dilubang tersebut.

 

Pembakaran sekam dan belerang ke lubang tikus

 

Pengendalian hama tikus

LAST_UPDATED2
 
Pelatihan Teknologi KRPL Tanggamus PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Gohan O.M.   
Senin, 30 Juni 2014 08:39

krpl tanggamusPelatihan teknologi  sebagai salah satu bentuk pendampingan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Lampung.  Peserta merupakan penyuluh pendamping  yang menangani KRPL  P2KP dan  pengurus kelompok wanita tani (KWT) peserta KRPL dan KRPL P2KP .

Pelatihan dilaksanakan di Desa Campang, Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus yang diikuti 50 Peserta.  Acara dibuka oleh Ir.  Nasriati, MP dari BPTP dan  Dian SP, MM dari KKP Kab. Tangamus

Pembenihan tanaman  sayuran disampaikan oleh Gohan Octora Manurung, SP  dan Dedeng SP ( Bp4K Kab. Tanggamus ), Teknologi pengemasan, desain dan pelabelan kemasan produk pangan, Teknologi Pengolahan dan Pengawetan  Cabai, Teknologi  pengolahan Kripik Pisang aneka rasa oleh Dra. Alvi Yani, M.Si

 

Materi Pelatihan dilakukan dengan teori dan praktek.  Peserta mengikuti dengan antusias pelatihan ini.  Setelah materi selesai dilakukan tinjauan langsung ke Kebun Bibit Desa MKRPL dan Pekarangan kooperator.

LAST_UPDATED2
 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
Joomla Templates by JoomlaVision.com