Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
upbs
katam
pustaka111
negara
e-Produk
bankpadi
phsl

Kalender Kegiatan

Berita
Sosialisasi dan Pelatihan M-KRPL Kelurahan Margarejo,Kota Metro PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Gohan O.M.   
Selasa, 21 Mei 2013 11:25

sosialisasi mkrpl metroSalah satu tujuan program Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (MKRPL) yaitu Meningkatkan keterampilan keluarga dan masyarakat dalam pemanfaatan lahan untuk budidaya tanaman pangan, buah, sayuran dan tanaman obat keluarga (toga), pemeliharaan ternak dan ikan, pengolahan hasil serta pengolahan limbah rumah tangga menjadi kompos.

Salah satu pengembangan M-KRPL Kota Metro Tahun 2013 dilaksanakan di Kelurahan Metro Selatan. Sosialisasi dilakukan di Kelurahan Margarejo, diikuti  oleh 20 KK dengan pekerjaan mayoritas ibu rumah tangga .  hadir dalam sosisalisasi ini dari BPTP Lampung Dr. Ir. Yulia Pujiharti, M.Si,  Danarsi Diptaningsari, SP. M.Si, Rahadian Mawardi, SP, Gohan Octora Manurung, SP.  Hadir juga dalam sosialisasi ini dari Badan Ketahanan Pangan Kota Metro dan Penyuluh Pertanian.

Setelah itu dilakukan pelatihan Budidaya tanaman sayuran cabai dan bawang merah yang disampaikan oleh Dr. Ir. Yulia Pujiharti, M.Si.  KWT Dasa Wisma sebagai pelaksana kooperator M-KRPL  sangat bersemangat dalam mengikuti kegiatan ini dan mensukseskan program M-KRPL.

LAST_UPDATED2
 
Inpara 2 Solusi Peningkatan Produktivitas Padi Rawa di Lampung PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Gohan O.M.   
Jumat, 10 Mei 2013 15:16

Benih Inpara 2Luas lahan rawa di lampung mencapai 162.900 ha  terdiri di atas lahan rawa pasang  surut (68.900 ha) dan rawa lebak (94.030ha). Produktivitas padi dilahan rawa sekitar 2,9 – 3,5 ton/ha. Rendahnya produktivitas salah satunya di sebabkan belum di terapkannya teknologi tepat guna terutama penggunaan varietas unggul yang cocok dan adaftif untuk lahan rawa oleh petani, (sumber: Fauziah, dkk. 2012).

Oleh karena itu perlu diperkenalkan beberapa varietas unggul padi rawa yang telah di lepas oleh Balai Besar Penelitian Padi Sukamandi : Inpara 1, Inpara 2, Inpara 3, Inpara 5, dan beberapa varietas lainnya seperti, Banyuasin, Lambur dan Martapura.  Hal ini yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan produksi padi di lahan rawa adalah tata air, kesuburan tanah, keracunan dan defisiensi hara. BPTP Lampung melalui Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) memproduksi  benih Inpara 2 ini untuk dikembangkan di Provinsi Lampung.

Hasil panen padi Inpra 2 menghasilkan rata-rata hasil  5,9 t/ha di rawa lebak dan  4,82 t/ha di rawa pasang surut. Padi Inpra 2 juga toleran terhadap keracunan Fe dan Al dan memilik tekstur nasi  jauh lebih pulen sehingga lebih disukai konsumen.  Berikut deskripsi Varietas Unggul Baru Padi Rawa  Inpra 2 secara lengkap.

Umur

128 hari

Tinggi

103 cm

Anakan Produktif

16 batang

Bentuk gabah

Sedang

Kerontokan

Sedang

Tekstur Nasi

Pulen

Rata-rata Hasil

5,9 t/ha di rawa lebak dan 4,82 t/ha di rawa pasang surut

Ketahanan Terhadap Hama Penyakit cekaman

Agak tahan terhadap hama Wereng Coklat Biotipe 2, tahan terhadap penyakit dan penyakit Hawar Daun Bakteri, toleran terhadap keracunan Fe dan Al

Anjuran Tanam

Baik ditanam di daerah rawa lebak dan rawa pasang surut

Alasan utama dilepas

Hasil Tinggi,Toleran Fe dan sesuai untuk daerah yang menyukai rasa nasi pulen



LAST_UPDATED2
 
Sosialisasi Teknologi Spesifik Lokasi Di Kabupaten Lampung Tengah PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Gohan O.M.   
Rabu, 17 April 2013 15:34

sosialisasi teknologi bptp lampungBalai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Lampung telah banyak menghasilkan teknologi spesifik lokasi melalui penelitian dan pengkajian. Teknologi yang dihasilkan tersebut didesiminasikan sehingga bermanfaat di tingkat lapangan oleh pengguna untuk mendukung program pemerintah di Provinsi Lampung, khususnya di bidang pembangunan pertanian.

Salah satu upaya yang dilakukan untuk mendesiminasikan hasil-hasil penelitian dan pengkajian adalah dengan melakukan sosialisasi kepada penyuluh /petugas lapang, KTNA dan kelompok tani.  BPTP Lampung melakukan Sosialisasi Inovasi Teknologi Pertanian Spesifik Lokasi yang mengangkat tema “Melalui Inovasi Teknologi dan Kemandirian Kita Tingkatkan produktifitas ternak ,mendukung Swasembada Daging Sapi dan Kerbau (PSDSK)”. Pertemuan ini dilaksanakan pada tanggal 16 April 2013 di Kabupaten Lampung Tengah. Acara ini dihadiri oleh Bpk. Ka. BPTP Lampung (Dr. Ir. Joko Susilo Utomo, MP) dan Perikanan, Bpk. Ka. Dinas Peternakan Kabupaten Lampung Tengah, Bpk. Ka. Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian/Perkebunan/Peterakan/Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Kabupaten Lampung Tengah.

Pertemuan ini diikuti oleh Ketua Kelompok Tani/Petani, Penyuluh Pertanian Lapangan, Pimpinan Lingkup Pertanian , Pejabat Pemerintah Daerah serta kontak tani wilayah andalan sebanyak 50 orang. Untuk membahas Kenggulan teknologi dan Kemungkinan penerapan selanjutnya. Tujuan dari Pertemuan ini adalah 1) Memperluas Teknologi hasl pengkajian BPTP pada petani, penyuluh lapangan dan pihak terkait lainnya, 2) Membangaun komunikasi efektif antara penyuluh/peneliti Bptp dngan Penyuluh/petugas lapangan, dan pihak terkait lainnya, (3) Menggali umpan balik dari petani, penyuluh lapangan, instansi dan pihak terkait lainnya.

Materi yang disosialisasikan meliputi : (1) Ransum Murah untuk bdidaya ternak sapi (2) Tata laksana produksi ternak sapi (3) Pengobatan tradisional penyakit ternak kambing (4) Kebijakan daerah mendukung program swasembada Daging Sapi dan Kerbau (5) Pemberdayaan Penyuluh pertanian yang mendukung program swasembada Daging Sapi dan Kerbau (PSDSK) .

LAST_UPDATED2
 
UPBS BPTP Lampung Sediakan Benih Padi Varietas Inpari dan Inpara PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Administrator   
Senin, 15 April 2013 14:02

benih upbs BPTP Lampung

Sebagai implementasi dari Pedoman Umum Pengelolaan Benih Sumber Tanaman, maka setiap UPT termasuk BPTP diwajibkan untuk melaksanakan Pengelolaan Benih Sumber yang dalam pelaksanaannya dilakukan oleh Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS). Hal ini menjadi acuan bagi UPBS dalam pelaksanaannya untuk memproduksi benih sumber yang akan dikelolanya, dengan berbagai kegiatan meliputi: perencaan produksi, produksi benih sumber, panen hingga pasca panen dan penyimpanan serta penyaluran benihnya.

Kegiatan Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) memproduksi dan mengelola penyediaan benih padi unggul dan berkualitas dari kelas benih BS,FS dan SS menjadi FS,SS, dan ES yang diproduksi berkoordinasi dengan lembaga penangkaran benih, terdistribusi dan dapat berkembang di wilayah propinsi Lampung. Benih yang diproduksi ditempatkan di dalam gudang berupa Inpari 1 , 3, 4, 6, 7, 8, 9, 10, 13, serta Inpara 1, 2, 3, 4, 5

Data stok benih per Maret 2013 vrietas inpara dan Inpari pada berbagai kelas benih FS, SS, ES

No.

Varietas

Kelas Benih (Kg)

FS

SS

ES

1.

Inpara 1

0

0

330

2.

Inpara 2

440

0

90

3.

Inpara 3

0

850

0

4.

Inpara 4

0

0

700

5.

Inpara 5

290

305

0

6.

Inpari 1

490

0

0

7.

Inpari 3

505

0

0

8.

Inpari 4

420

0

0

9.

Inpari 6

65

645

0

10.

Inpari 7

5

0

0

11.

Inpari 8

255

55

0

12.

Inpari 9

260

0

0

13.

Inpari 10

10

0

0

14.

Inpari 13

1.195

5

1.805

LAST_UPDATED2
 
Singkronisasi dan Optimalisasi Pendayagunaan Hasil Penelitian di Provinsi Lampung PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Gohan O.M.   
Jumat, 12 April 2013 07:33

pertemuan singkronisasi perpustakaan di lampungPertemuan singkronisasi pusat perpustakaan dan penyebaran teknologi pertanian dengan masyarakat pengguna diadakan di Lampung dengan tema optimalisasi pendayagunaan hasil penelitian dan pengembangan pembangunan pertanian wilayah.  Pertemuan singkronisasi ini dilaksanakan pada tanggal 11 April 2013 di hotel Seraton Kota Bandar lampung, dilanjutkan  dengan field trip ke Great Giant Pineapple di Kabupaten lampung Tengah pada 12 April 2013.

Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. Haryono membuka pertemuan singkronisasi ini.  dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa Lampung dipilih sebagai tempat pertemuan karena petani di Lampung responsi, Pemerintah daerah mendukung, serta indikator pertanian lainnya di Lampung selalu konsisten.   Pertanian harus berbasis ilmu pengetahuan yang kuat, dari hulu dan hilir berbasis science, innovation, networks yang kuat dari dinas, perguruan tinggi, dll oleh karena itu perpustakaan berperan besar dalam menjembataninya.

Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Provinsi Lampung, Ir. Joko Umar Said, MM. Beliau menyampaikan provinsi lampung didominasi oleh sektor pertanian hal ini terlihat dengan 65 % masyarakat Lampung bekerja di sektor pertanian, 85 % ekspor adalah hasil pertanian dan industri berbahan baku agro.  Apresiasi diberikan beliau atas kesepakatan yang dibuat ini, supaya peran teknologi dapat diketahui dengan luas oleh pengguna teknologi di Provinsi Lampung.   Beliau juga memberikan apresiasi kepada BPTP Lampung sebagai ujung tombak Badan Litbang Pertanian di Provinsi Lampung.

Dalam kesempatani ini dilakukan penanda tanganan nota kesepakatan tentang pemanfaatan sumberdaya informasi dan pertukaran publikasi hasil penelitian bidang pertanian antara

  1. Pusat perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian dengan Badan Perpustakaan, Arsip, dan Dokumen Daerah Lampung yang ditanda tangani.
  2. Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian dengan UPT Perpustakaan Universitas Lampung.
LAST_UPDATED2
 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
Joomla Templates by JoomlaVision.com