JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Sosial Media

Model Bioindustri

MODEL BIOINDUSTRI PADI DI LAMPUNG

Lokasi pengkajian direncanakan pada wilayah sentra padi di Lampung, yaitu Kabupaten Pesawaran, mulai bulan Januari sampai Desember 2015.  Pada tahun pertama akan dilakukan tiga kegiatan yaitu Survey potensi bioindustri padi dari segi teknis, lingkungan, ekonomi dan social; penerapan PTT padi, pembuatan kompos dan pakan ternak; dan kegiatan ketiga adalah pembuatan produk dari bahan baku limbah penggilingan padi.

Survey potensi bioindustri padi dari segi teknis, lingkungan, ekonomi dan sosial

Survey potensi bioindustri padi dari segi teknis, lingkungan, ekonomi dan sosial bertujuan untuk mengetahui potensi bioindustri padi dari segi teknis, lingkungan, ekonomi dan sosial.  Produktivitas padi, keuntungan usahatani padi, sapi dan industri serta faktor teknis, lingkungan dan sosial, akan diketahui dengan mengumpulkan data primer dan sekunder.

Data primer dikumpulkan dengan metode survei yang melibatkan petani, petani-peternak dan pengusaha.  Responden petani dan petani-peternak ditentukan secara acak sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai (purposive random sampling), sedangkan responden pengusaha diambil seluruh pengusaha dengan bahan padi atau industri lain calon pengguna energi briket arang sekam yang ada di desa penelitian.  Data yang dikumpulkan antara lain data luas lahan sawah, karakteristik petani, petani-peternak dan pengusaha, input dan output produksi, harga input dan output serta respon petani.  Selanjutnya data dianalisis secara deskriptif dan analisis ekonomi dengan R/C ratio.

 

Penerapan PTT padi, pembuatan kompos dan pakan ternak

Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui pola integrasi padi sapi di Lampung.  Penelitian ini dilakukan dengan 3 (tiga) sub kegiatan yaitu penerapan PTT, pembuatan kompos dan pakan ternak.  Penerapan PTT dilakukan dengan membandingkan teknologi rekomendasi dengan teknologi petani.  Kegiatan ini melibatkan 40 petani, dimana setiap petani menerapkan teknologi rekomendasi dan sebagai pembanding diamati pula teknologi petani.  Data dianalisis dengan uji t dan analisis finansial dengan R/C.

Untuk kegiatan pembuatan kompos dan pakan ternak dilakukan penelitian superimpose. Pada penelitian ini perlakuan yang akan diuji adalah kompos dengan bahan dasar jerami, kotoran sapi, dan kotoran sapi campur jerami dengan perbandingan 1:1 dan perlakuan diulang 8 kali.  Data dianalisis dengan uji t.

Pada penelitian pakan ternak perlakuan yang akan diuji terdiri atas pakan jerami fermentasi dikombinasikan dengan penambahan konsentrat dari bahan lokal dan hijauan segar sebagai pembanding.  Perlakuan yang dikaji sebanyak 7 perlakuan dan diulang sebanyak 4 kali.  Rancangan yang digunakan yaitu acak kelompok dan data dianaisis dengan anova serta uji lanjut Duncan’t.

 

Pembuatan produk dari bahan baku limbah penggilingan padi.

Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan produk industri dari bahan baku limbah penggilingan padi.  Produk industri (briket arang sekam) nanti akan diukur kalorinya dan dibandingkan dengan bahan bakar yang biasa digunakan pengusaha industri rumah tangga yang ada di lokasi kegiatan.  Cara pembuatan briket arang sekam adalah: sekam padi dibersihkan dari kotoran selanjutnya dibuat arang sekam padi menggunakan tungku karbonasi. Setelah menjadi arang sekam, kemudian dihancurkan/digiling dan diayak menggunakan saringan mesh 40 – 60.  Arang sekam yang sudah halus dicampurkan dengan air panas suhu 70 oc dan bahan perekat berupa tepung tapioka dengan variasi 6%, 8%, dan 10%.  Setelah  adonan  campuran  antara arang  sekam padi, air panas dan bahan perekat tercampur dengan baik, maka  selanjutnya  dilakukan pencetakan  briket pada  mesin/alat  cetak briket dengan tekanan 2,5 mpa.  Hasil  cetakan  briket  kemudian dikeringkan dibawah sinar matahari selama 8 jam.

 

Poncokresna adalah salah satu desa di Kecamatan Negerikaton.  Jumlah penduduk usia kerja (18-56 tahun) 2.682 orang.  Dari jumlah tersebut 1.239 bermata pencaharian pokok sebagai petani dan 729 orang sebagai buruh tani, sedangkan sisanya bekerja sebagai pedagang, pegawai swasta dan pegawai negeri (PNS).  Jumlah Kepala keluarga (KK) yang ada di Desa Poncokresna 1610 KK. Data ini menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat di Desa Poncokresna bekerja dibidang pertanian.

Data profil Desa Poncokresna menunjukkan bahwa penguasaan lahan sawah oleh petani di Desa Poncokresna rata-rata seluas 0,24 ha, sedangkan rata-rata penguasaan lahan kering seluas 0,44 ha (Tabel 1).  Berdasarkan hasil survey, 96,67% petani responden memiliki lahan sawah tadah hujan dengan rata-rata luas sawah 0,45 ha, sedang petani yang memiliki lahan sawah dan lahan kering sebanyak 60% dengan rata-rata luas penguasaan lahan kering adalah 0,66 ha.  Petani yang tidak memiliki lahan, baik lahan sawah maupun lahan kering sebanyak 3,33%.  Petani ini menggarap lahan sawah milik orang lain dengan sistem sakap (bagi hasil).  Bila dibandingkan data statistik dan data hasil survey menunjukkan bahwa sebagian besar lahan sawah adalah milik petani.

Tabel 1.  Potensi Desa Poncokresna, Kecamatan Negerikaton

 

Penguasaan lahan

(ha)

Luas lahan (ha)

petani (orang)

Sawah

Lahan kering

0,24

0,44

379

708

 

Jumlah

0,68

10640

1239

 

Sebagian besar petani responden di Desa Poncokresna memelihara ternak, dengan jenis ternak yang dipelihara meliputi ternak ruminansia (ternak sapi, dan  kambing), dan unggas (itik dan ayam).  Populasi ternak di Desa Poncokresna 1034 ekor sapi, 1656 ekor kambing, 5216 ekor ayam dan 120  ekor bebek Tabel 2.

Tabel 2.  Populasi ternak di Desa Poncokresna

Jenis Ternak

Populasi ternak (ekor)

Sapi

Kambing

Ayam

Bebek

 

1.034

1.656

5.216

120

 

Kelompok tani dan ternak yang terlibat pada kegiatan Bioindustri padi di Desa Poncokresna Kecamatan Negerikaton, Kabupaten Pesawaran pada tahun 2015 adalah Kelompok Harapan Jaya, Kelompok Tunas Harapan, Kelompok Sedia Rukun dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati.

instagram takipçi hilesi hacklink c99 shell Google