JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Sosial Media

UPBS

Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) merupakan unit di bawah manajemen Balai/Loka Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP/LPTP) yang ada di setiap provinsi seluruh Indonesia dan secara resmi berjalan serentak pada tahun 2012. Keberadaan UPBS pada tahap awal adalah dalam rangka mendukung swasembada beras berkelanjutan, kedepan diharapkan dapat mendukung swasembada jagung dan kedelai.

Peran utama UPBS melakukan produksi benih kelas FS (benih dasar) dan SS (benih pokok). Varietas benih padi yang dihasilkan oleh UPBS merupakan varietas-varietas yang telah resmi dilepas, namun masih belum banyak dikenal oleh masyarakat secara luas seperti berbagai varietas Inpari, Inpara dan Inpago. Produksi benih padi varietas-varietas terbaru yang dilakukan UPBS ditujukan untuk mendukung diseminasi agar petani dapat memperoleh benih berkualitas prima dengan varietas yang lebih unggul dibandingkan yang telah digunakan selama ini.

Benih sumber menempati posisi strategis dalam industri perbenihan nasional karena menjadi sumber bagi produksi benih kelas di bawahnya. Sehubungan dengan hal tersebut Badan Litbang Pertanian merespon dengan penetapan Pedoman Umum Pengelolaan Benih Sumber Tanaman pada tahun 2003 yang kemudian diperbarui menjadi Pedoman Umum Pengelolaan Benih Sumber Tanaman pada tahun 2011. Sebagai implementasi dari Pedoman Umum Pengelolaan Benih Sumber Tanaman, maka setiap UPT termasuk BPTP diwajibkan untuk melaksanakan Pengelolaan Benih Sumber yang dalam pelaksanaannya dilakukan oleh Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS). Hal ini menjadi acuan bagi UPBS dalam pelaksanaannya untuk memproduksi benih sumber yang akan dikelolanya, dengan berbagai kegiatan meliputi: perencaan produksi, produksi benih sumber, panen hingga pasca panen dan penyimpanan serta penyaluran benihnya.

 

Tujuan

Kegiatan Unit Produksi Benih Sumber (UPBS) bertujuan untuk memproduksi dan mengelola penyediaan benih unggul padi kelas FS,SS dan ES, yang terdistribusi dan dapat berkembang terutama di wilayah propinsi Lampung.

Tujuan Akhir

Mewujudkan Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) yang tangguh (produktif, efisien, berdaya saing dan berkelanjutan) sebagai tempat sumber benih yang dapat menyediakan benih  unggul dan bermutu (bersertifikat) untuk mendukung upaya peningkatan produksi pertanian.

Ingin tahu data stok benih paling update...?    silakan  klik disini

Varietas Unggul Baru (VUB) Padi yang ditangkarkan dalam rangka mendukung penyediaan benih terutama pada varietas yang dikembangkan dalam Uji Varietas (display SLPTT).

Tabel. Teknologi Penangkaran Padi Sawah dengan Pendekatan PTT di  wilayah sentra padi di Lampung

 

PAKET TEKNOLOGI

REKOMENDASI PTT

(PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU)

Varitas

Varietas unggul baru (VUB) Inbrida Padi Irigasi (Inpari) dan varietas lainnya/yang disukai petani.

Benih

Sehat dan bermutu (Bersertifikat)

Persemaian

  • Kurang dari 21 Hari Setelah Semai

(sesuai kondisi setempat)

Cara Tanam

  • Jajar legowo 2:1,4:1 ,Jarak tanam sesuai kondisi  setempat

Pemupukan

Agar efisien, Dosis dan Jenis pupuk disesuaikan dengan kondisi lahan setempat

Pengendalian Hama dan Penyakit

  • Menggunakan konsep PHT

Penggunaan pestisida secara bijaksana

Panen

  • Saat yang tepat (90% gabah telah menguning)
  • Mengurangi kehilangan hasil pada saat perontokan gabah menggunakan alat perontok dan alas terpal

Pasca Panen

Segera keringkan gabah dengan sinar matahari atau mesin pengering.

 

Pelaksanaan penangkaran dikoordinir oleh Kelompok Tani/ Gapoktan di wilayah Lampung (lokasi penangkaran), dengan sistem perjanjian disesuaikan dengan kesepakatan bersama antara BPTP Lampung dan Petani/Ketua Kelompok Petani Penangkar di tiap lokasi. Bentuk perjanjian diperkuat dalam bentuk ”Naskah Perjanjian” yang diketahui oleh Kepala BPTP Lampung

 

Tahapan Kegiatan

  • Persiapan lahan dan pendaftaran untuk proses menghasilkan benih bersertifikat ke BPSB Propinsi Lampung.

(1)  Benih sumber padi kelas BS dan FS dari BB Padi ditangkarkan menjadi benih kelas FS dan SS.

(2)  Pemeliharaan tanaman padi dengan baik dan terkontrol (penyiangan, pemupukan, pengairan dan pemberantasan hama dan penyakit) dengan kontinyu terlaksana dengan baik.

(3)  Pelaksanaan panen yang baik, memenuhi ketentuan untuk dijadikan benih padi bersertfikat.

(4)  Prosessing calon benih menjadi benih untuk diserrtifikat.

(5)  Pengepakan

(6)  Penyimpanan dan pendistribusian.

 

Gambar 1. Pertumbuhan Varietas Inpari 16

Pertumbuhan Varietas Inpari 16

Gambar 2. Pertumbuhan Varietas Inpari 22

Pertumbuhan Varietas Inpari 22

 

 

 

 

 

 

Gambar 3. Pemeriksaan Lapang III sebelum dilakukan panen

picture3

 

 

 

 

 

 

Gambar 4. Pelaksanaan Panen Untuk Menghasilkan Calon Benih Padi

Pelaksanaan Panen Untuk Menghasilkan Calon Benih Padi

 

 

Gambar 5. Benih Bersertifikat Siap Distribusi ke Pengguna

Benih Bersertifikat Siap Distribusi ke Pengguna

 
   

 

instagram takipçi hilesi hacklink c99 shell Google