JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Sosial Media

Mengenal Itik Jenis Master

Balai Penelitian Ternak (Balitnak) Ciawi Bogor Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Dr. Triana Susanti  menerangkan ada dua tipe itik yakni pedaging dan petelur.  Itik pedaging pertumbuhannya cepat, bobot badan besar, bentuk badan bulat, dada dan paha besar, dagingnya banyak dan produksi telur rendah. Itik Peking dan itik PMp termasuk dalam tipe pedaging.  Untuk itik petelur pertumbuhan lambat, bobot badan sedang, bentuk badan tinggi, tulang lebih banyak daripada daging, dan produksi telur tinggi.

Jenis itik Alabio adalah salah satu itik petelur, pada saat pertama bertelur bobot badannya sekitar 1.693 gram.  Pada umur 177 hari sudah mulai berproduksi, umur 6 bulan produksi telur mencapai 128  butir/ ekor  sedangkan pada umur 12 bulan itik dapat berproduksi hingga 248 butir/ekor/ tahun dengan bobot telur pertama 58 g/butir.

Lokasi utama jenis itik alabio terletak di Desa Mamar, Kecamatan Amuntai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara Kalimantan Selatan, dan pada saat ini penyebaran hampir di seluruh wilayah Indonesia.   Bentuk badan itik Alabio relatif besar, berdiri tidak terlalu tegak, warna paruh dan kaki kuning, warna bulu coklat keabuan dengan tutul hitam. Itik betina warna ujung sayap biru kehijauan sedangkan untuk itik jantan warna biru jingga.

Jenis Itik Mojosari juga termasuk dalam tipe petelur, umur pertama bertelur 171 hari dengan bobot badan pertama bertelur 1.591 g. Produksi telur jenis itik ini pada umur 6 bulan sebanyak 132 butir dan pada umur 12 bulan mencapai 238 butir/ekor/tahun dengan bobot telur 54 g/butir.

Hasil penelitian bahwa dari persilangan Mojomaster-1 Agrinak jantan dengan Alabimaster-1 Agrinak betina  menghasilkan jenis itik hibrida ‘Master’  (petelur unggul). Umur pertama bertelur 18 - 20 minggu (126-140 hari) lebih cepat dibandingkan dengan jenis Alabio dan Mojosari. Puncak produksi telur mencapai 93,7 % dengan rata-rata produksi telur 260 butir/tahun.

Disusun oleh  : Edwin Herdiansyah, SP

Sumber           : Balai Penelitian Ternak, Balitbangtan