JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Sosial Media

Refugia Sebagai Tanaman Perangkap Hama

Pengendalian hama dengan cara bercocok tanam dengan menggunakan tanaman perangkap dapat mendorong stabilitas ekosistem sehingga populasi hama dapat ditekan dan berada dalam kesetimbangannya. Penggunaan tanaman perangkap harus mempunyai fungsi sebagai tanaman refugia yang berfungsi untuk berlindung sementara dan penyedia tepungsari untuk makanan alternatif berbagai predator atau sebagai mikrohabitat bagi musuh alami (baik predator maupun parasitoid) agar pelestarian musuh alami dapat tercipta dengan baik.

Namun tidak semua tanaman bisa menjadi tanaman refugia, salah satu syarat untuk menjadi tanaman refugia adalah:

  • Warna tanaman dan bunga yang mencolok, biasanya warna kuning
  • Benih/bibit mudah diperoleh
  • Mudah ditanam
  • Regenerasi tanaman cepat dan berkelanjutan
  • Cocok dijadikan tanaman multiple crop

Beberapa contoh tanaman yang berpotensi sebagai Refugia adalah

  1. Tanaman Hias - Beberapa diantaranya yaitu bunga matahari (Helianthus annuus),  bunga kertas Zinnia (Zinnia sp), kenikir (Cosmos caudutus).
  2. Gulma - Diantaranya yaitu babadotan (Ageratum conyzoides), Ajeran (Bidens pilosa L), bunga tahi ayam (Tagetes erecta).
  3. Tumbuhan Liar - Diantaranya yaitu rumput setaria (Setaria sp), pegagan (Centella   asiatica), bunga legetan (Synedrella nodiflora), rumput kancing ungu (Borreria  repens) dan kacang hias (Arachis pentoi).
  4. Sayuran - Beberapa sayuran yang berpotensi sebagai refugia sekaligus bahan pangan antara lain yaitu kacang panjang (Vigna unguiculata spp.), bayam  (Amaranthus spp.) dan jagung (Zea mays)

Manfaat Menanam Tanaman Refugia

Tumbuhan berbunga yang dijadikan tanaman refugia dapat menjadi tempat perlindungan serta sebagai penyedia pakan bagi predator dari hama tanaman padi. Makanan yang didapatkan predator dari tumbuhan berbunga adalah madu dan nectar dari bunga serta serangga hama yang bersembunyi pada tumbuhan tersebut. Selain dapat memperoleh madu dan nectar dari tumbuhan berbunga yang didatanginya, predator juga dapat menemukan mangsa yang bersembunyi ditumbuhan berbunga tersebut, sehingga predator dapat dengan mudah memangsa mangsanya. Keberagaman fauna karena adanya tanaman berbunga (refugia) akan menyebabkan terbentuknya ekosistem yang lebih stabil, yang pada gilirannya akan menjaga terjadinya keseimbangan komponen ekosistem. Kehadiran tumbuhan berbunga dengan demikian sangat penting untuk melestarikan populasi musuh alami di suatu ekosistem seperti agroekosistem

Hal yang harus diperhatikan dalam menanam Tanaman Refugia

Mengingat peran dari serangga musuh alami yang menguntungkan untuk membantu pengendalian hama dan penyakit, maka perlu ada usaha konservasi musuh alami dengan menanam refugia bersamaan atau mendahului tanaman utama. Sebaiknya tanaman refugia ditanam sebelum tanaman utama agar dapat dimanfaatkan sebagai berlindung dan berkembang biak bagi musuh alami dan serangga pollinator yang berperan dalam polinasi yaitu perantara penyerbukan tanaman.

Refugia cocok ditanam di pematang sawah, diusahakan agar penanaman refugia sejajar dengan sinar matahari sehingga tidak menutupi atau mengganggu penyerapan sinar matahari bagi tanaman utama. Selain itu pengolahan lahan dan pemupukan yang tepat sangat dianjurkan agar tanaman refugia tumbuh sesuai yang diharapkan.

Penerapan Tanaman Refugia

Model rekayasa ekosistem  yang dapat diterapkan seperti:

  • Menyediakan lahan untuk tumbuhan liar berbunga dengan cara tidak melakukan penyemprotan herbisida diluar lahan pertanian
  • Membiarkan batasan lahan dan tepian jalan untuk ditumbuhi tumbuhan liar berbunga

 

Ditulis Ulang oleh: Tri Kusnanto.

Sumber:https://jakarta.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/publikasi/artikel/1359-refugia-sebagai-tanaman-perangkap-hama.html