JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Sosial Media

Peaberry Coffee & Klon Kopi Robusta Potensial

Peaberry Coffee & Klon Kopi Robusta Potensial

Oleh:

Erdiansyah, S.P.

Peaberry coffee atau kerap disebut kopi lanang kini semakin diminati penggemar gopi karena citarasanya yang berbeda.  Menurut Towaha dan Sobari (2013) peaberry coffee memiliki citarasa seduhan sangat halus dengan aroma tiga kali lebih kuat dibanding biji normal.  Umumnya peaberry coffe hanya dapat dihasilkan sebanyak 2-5% saja dari total produksi biji kopi.  Untuk mendapatkan peaberry coffee diperlukan sortasi (pemisahan) yang dilakukan secara manual.  Citarasa yang unik, sementara jumlahnya yang tergolong sedikit, serta adanya proses sortasi inilah yang menyebabkan harga peaberry coffee cukup tinggi.

Peaberry coffee bukanlah merupakan jenis kopi baru melainkan sebutan untuk biji kopi (green bean) yang bentuknya tidak seperti biji kopi normal.  Umumnya biji kopi normal dalam satu buah terdapat 2 keping biji yang berukuran sama dan irisan melintangnya membentuk setengah lingkaran.   Berbeda dengan biji kopi normal, peaberry berbentuk membulat dan dalam satu buah hanya berjumlah satu biji (tunggal).  

Rahardjo (2002) mengemukakan bahwa genetis merupakan faktor utama penyebab terbentuknya biji tunggal pada kopi ditunjang keadaan lingkungan saat persarian.  Terjadinya penyerbukan yang tidak sempurna menyebabkan satu dari dua bakal biji (integumen) gagal berkembang.  Biji yang berhasil terbentuk akan menempati semua ruang bakal buah, sehingga bentuknya membulat.  

Peaberry coffee sebenarnya sudah dapat diidentifikasi saat buah kopi masih di pohon ataupun tumpukan buah setelah dipanen.  Pada satu dompol kopi akan terdapat bebrapa peaberry yang terlihat sangat jelas dari bentuknya yang tidak sempurna (Gambar 2).  Hasil kajian tahun 2020 pada pertanaman kopi robusta di IP2TP Natar menunjukan bahwa terdapat 2 klon kopi robusta yang potensial menghasilkan peaberry cukup tinggi yakni BP 308 (59,77%) dan SA 203 (41,96%).  Untuk memproduksi peaberry lebih banyak, kedua klon kopi robusta ini dapat menjadi alternatif penyusun klon terutama pada spesifikasi lahan bertipe iklim kering dataran rendah.

Pustaka:

Rahardjo, P. 2012. Kopi, Panduan Budidaya dan Pengolahan Kopi Arabika dan Robusta. Penebar Swadaya. Jakarta

Towaha, J., dan I. Sobari. 2013. Kopi Lanang dengan Bentuk Biji yang Unik dan Citarasa yang Khas. http://balittri.litbang.pertanian.go.id