JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Sosial Media

Menilik Performa Komari Klon Kopi Robusta Lokal Asal Tanggamus

Menilik Performa Komari Klon Kopi Robusta Lokal Asal Tanggamus

Oleh: Erdiansyah, S.P.

Di kalangan petani kopi Kabupaten Tanggamus, kopi komari sangat dikenal.  Komari berasal dari nama petani kopi di Desa Way Ilahan Kecamatan Pulau Panggung, Kabupaten Tanggamus.  Klon kopi robusta ini merupakan hasil seleksi individu dari pertanaman kopi robusta milik Pak Komari seluas 0,75 Ha.  Tanaman kopi terpilih ini kemudian diperbanyak secara klonal dengan teknologi sambung pucuk (Top-ent).  Saat puncak produksinya, pada lahan seluas 0,75 Ha tersebut Komari memperoleh hasil panen mencapai 3,3 Ton atau setara dengan 4,4 Ton/ha dalam bentuk biji kering.  Pencapaian produktivitas kopi robusta Komari saat itu cukup menonjol dibandingkan petani lainnya yang rata-rata capaian terbaiknya hanya pada kisaran 1 Ton/Ha.  Hal ini sesuai dengan kajian Sumirat et al. (2007) bahwa klon kopi robusta dengan potensi produksi 4 ton/ha dapat diperoleh dari hasil seleksi genotipe-genotipe unggul kopi Robusta pada populasi bastar terkontrol.  Berdasarkan pencapaian tersebut, sejak awal tahun 2000, kopi komari mulai diminati petani terutama di Kecamatan Pulau Panggung Kabupaten Tanggamus.  Kajian Evizal et al. di Kabupaten Tanggamus pada Tahun 2015 menunjukkan bahwa diantara 19 klon kopi robusta lokal yang dikembangkan petani, dominasi klon komari telah menduduki peringkat ketiga (10,19%) setelah klon tugusari (17,53%) dan lengkong (15,75%).  

Klon komari ini cepat diminati petani karena beberapa keunggulan diantaranya produktivitas tinggi, ukuran biji buah sedang hingga besar, dompolan buah membulat, daging buah tipis, percabangan lentur, dan tangkai buah rapuh sehingga mudah untuk dipetik.  Beberapa keunggulan inilah yang menyebabkan kopi robusta klon komari menjadi salah satu pilihan petani untuk menyusun komposisi klon.  Menurut Danuri, salah satu petani kopi di Kecamatan Air Naningan Kabupaten Tanggamus, kelemahan kopi robusta klon komari ini hanya pada cabang produksinya yang tergolong pendek dan buah mudah rontok saat curah hujan tinggi.  Namun apabila pemeliharaan dilakukan dengan baik terutama pemupukan berimbang maka produktivitas kopi robusta klon komari ini akan maksimal.  Berdasarkan hasil kajian tim SDG BPTP Lampung pada Tahun 2018 diketahui bahwa produktivitas rata-rata kopi robusta klon komari di Kabupaten Tanggamus mencapai 2,4 Ton/Ha.  

Kini kopi robusta klon komari telah menyebar disemua kecamatan sentra kopi di Kabupaten Tanggamus, yakni Kecamatan Pulau Panggung, Air Naningan, Sumberejo, dan Ulubelu.  Khususnya di Kecamatan Air Naningan, kopi robusta klon komari banyak dikembangkan sebagai tanaman pendamping lada.  Hal ini dikarenakan tajuk tanaman yang tidak terlalu rimbun.  Selain itu, percabangannya yang lentur memudahkan pengaturan arah percabangan pada sistem pemeliharaan batang ganda.  Pada Bulan Oktober Tahun 2018 kopi robusta klon komari telah resmi terdaftar sebagai salah satu kekayaan Kabupaten Tanggamus dengan nomor pendaftaran 665/PVL/2018.

Foto: Erdiasyah

Bahan Bacaan:  

Evizal, R., Sugiatno, dan F.E. Prasmatiwi. 2015. Ragam Kultivar Kopi di Lampung. Agrotrop, Vol 5 (1): 80 – 88.

Oktavia, V. dan C. Helmy. 2018. Jelajah Kopi Nusantara. Rindu Kopi Petani Komari. Https://jelajah.kompas.id/kopi-nusantara/baca/komari-rindu-kopi-petani-komari/.

Sumirat, U., Priyono, dan S. Mawardi. 2007. Seleksi genotipe-genotipe unggul Coffea canephora Pierre pada populasi bastar terkontrol menggunakan metode analisis gerombol. Pelita Perkebunan 23: 89-102.

Tim SDG BPTP Lampung. 2018. Laporan kegiatan tim SDG BPTP Lampung. BPTP Lampung.