JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Sosial Media

Mengenal Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) Pepaya

Tanaman pepaya merupakan salah satu tanaman buah yang memiliki jangkauan pasar luas dan beragam, mulai dari pasar tradisional hingga ke pasar modern. Pada saat ini pasar pepaya sangat menjanjikan mengingat tingginya tingkat kebutuhan dan pangsa pasar untuk komoditas pepaya terutama ukuran medium. Pepaya berukuran medium dinilai memiliki keunggulan diantarnya kulit buah memiliki ketahanan terhadap goresan serta memiliki nilai jual yang lebih menjanjikan dibandingkan dengan pepaya yang berukuran besar. Berbagai ragam jenis hama dan penyakit menyerang tanaman pepaya tetapi yang utama adalah Hama Tungau Merah (Tetranycus sp.) dan penyakit antraknosa yang disebabkan oleh Colletotrichum leosporiades.

1. Hama Tungau Merah

Hama Tungau Merah (Tetranycus sp) merupakan hama utama dengan intensitas serangan dapat mencapai 14 - 43 %.

Gejala awal: Timbulnya bintik-bintik putih pada daun. Pada serangan berat seluruh permukaan daun terselaput bintik-bintik putih

Pengendalian: Dapat dilakukan dengan sanitasi lingkungan dengan mengurangi gulma yang merangkap sebagai inang alternatif

  • Pengelolaan gulma dibawah tajuk tanaman sebagai tempat berlindung tungau
  • Penggunaan akarisida 0,2% (bahan aktif propargi, piridaben, dicofol) untuk telur dan nimfa serta akarisida amitraz atau kinometional untuk tungau dewasa. Ambang ekonomi pengendalian 8 ekor tungau untuk satu helai daun.

2. Kutu Daun (Myzus Persicae)

Kutu daun bersimbiosis dengan semut dan menyebabkan kerusakan pada daun dengan cara menghisap sel jaringan daun, berkembang biak pada musim kemarau, hidup berkelompok di permukaan bawah daun

Gejala : Timbulnya bercak-bercak pada daun , serangan berat tanaman kerdil dan layu, warna daun tidak normal, daun menggulung pada bagian yang terserang dan semut bergerombol.

Pengendalian :

Aplikasi pestisida organik atau agensia hayati, 2 cc/liter agensia hayati yang terdiri dari cuka 1 liter, alkohol 1 liter, telur ayam 1 kg dan bawang putih ½ kg. Bawang, telur diblender sampai hals lalu masukkan cuka dan alkohol kemudian difermentasikan selama 14 hari.

Aplikasi pestisida berbahan aktif triazofos atau asefat.

  • Lakukan penyemprotan dengan belerang
  • Penggunaan entomopathogenik jamur perticillium lecanii
  • Pemanfaatan parasitoid aphidius matricariae dandiaretus chenopodiaphidis ashmead

3. Kutu Putih (Desmicoccus brevives dan Paracoccus marginatus)

Hama Pepaya ini berwarna putih kecil tubuhnya ditutupi selaput benang lembut. berkembang biak secara bergerombol, penyebarannya bisa terbang bersama angin dan berkoloni dengan semut. Menghisap cairan sel dalam jaringan daun batang buah dengan menggunakan mulutnya. Akibatnya daun bisa mengerucut kehabisan cairan daun rusak dan mati. Jika menempel di buah kutu putih ini bergerombol dan menyerap cairan buah pepaya.

Gejala : Daun akan kerdil, buah menjadi berwarna hitam jika serangan berat buah akan membusuk dan keriput.

Pengendalian :

  • Lakukan pengamatan terhadap pohon, jika ada kutu putih segera bersihkan dengan sponge yang diberi detergen 5 %
  • Lakukan selama tiga kali dengan interval tiga hari

4. Penyakit Busuk Akar dan Busuk Pangkal Batang Penyebab Phytophthora Palmivora (Butl) Pythium spp)

Gejala awal : Mula-mula daun bawah layu, menguning dan menggantung disekitar batang sebelum rontok kemudian daun yang muda juga layu sehingga tanaman hanya mempunyai sedikit daun-daun kecil dipuncaknya lalu tanaman mati jika digali terlihat akar lateral membusuk, berwarna coklat tua, lunak dan berbau busuk, serangan yang parah dapat merusak akar tunggang sampai pangkal batang

Pengendalian :

  • Drainase dan aerasi harus baik
  • Tanah pembibitan perlu disterilkan
  • Penanaman biji atau bibit tidak terlalu dalam
  • Rotasi tanaman bukan inang selain (kelapa, jeruk, coklat, durian karet, lada dan pinang)
  • Serangan pada buah dilakukan dengan penyemprotan fungisida terutama didekat tangkai buah

5. Penyakit Antraknosa

Penyakit antarknose atau cacar buah disebabkan oleh jamur colletotrichum gleosporiades

Gejala : Pada buah muda tampak berbentuk luka kecil ditandai oleh adanya getah yang keluar mengental. Pada buah menjelang masak tampak berupa bulatan- bulatan kecil berwarna gelap apabila buah bertambah masak bulatan semakin membesar dan busuk cekung kearah dalam buah, dapat menginfeksi tangkai bunga.

Pengendalian :

Sanitasi kebun

  • Hindari Pelukaan pada buah sejak muda sampai panen
  • Memusnahkan daun dan buah yang bergejala penyakit
  • Jarak tanam tidak terlalu rapat
  • Hindari tumpang sari dengan tanaman inang alternatif penyebab penyakit antraknosa (tanaman cabai, mangga, pisang dan ubi kayu)
  • Lakukan fungisida dengan bahan aktif Manzeb
  • Pencegahan selama penyimpanan rendam buah dalam air dengan suhu 43-49 ºC selama 20 menit
  • Apabila serangan agak berat eradikasi daun daun yang terserang kemudian timbun atau di bakar
  • Untuk serangan agak berat lakukan penyemprotan dengan detergen 2,5% atau dengan Monosodium Glutamate (MSG) dengan konsentrasi 1sendok makan/20 liter air ke bagian tanaman yang terserang selama tiga kali dengan interval tiga hari
  • Penyemprotan dengan insektisida dilakukan pada kondisi yang serangan sudah berat dan diawali dengan penyemprotan detergen untuk menghilangkan lapisan lilin

6. Penyakit Busuk Buah Rhizopus atau Busuk Hitam Penyebab Rhizopus stolonifer Ind

Gejala :

Menyerang buah pepaya tua kemudian membusuk dan berair bila keadaannya lembab, buah dilapisi oleh sporangiospora berwarna hitam penyakit ini biasa

menyerang pada saat pasca panen (saat pengangkutan dan penyimpanan)

  • Pengendalian :Buah yang terserang di petik dan dimusnahkan
  • Penyimpanan pada suhu rendah 10ºC
  • Pembungkusan dengan kertas pada saat panen untuk menghindari luka
  • Perendaman buah di air dengan suhu 47ºC selama 20 menit

7. Penyakit Erwinia Papaye

Gejala:

Terdapat bercak kebasah-basahan pada tangkai daun dan batang yang masih hijau, pada tanaman muda daun menguning dan membusuk, bagian tunas muda mengalami kematian, pada helaian daun yang besar terdapat bercak-bercak kering yang bentuknya tidak teratur meluas sepanjang tulang daun jika penyakit menyerang batang membusuk, daun gugur dan mati

Pengendalian :

  • Memilih benih yang berasal dari tanaman dan buah yang sehat
  • Perlakuan dengan PGPR
  • Pemanfaatan agensia hayati seperti trichoderma sp. pada pupuk organik
  • Pada tanah yang agak masam dapat ditambahkan dolomite untuk menetralkan pH
  • Mengendalikan serangga pengunjung pada tanaman pepaya karena ditularkan oleh serangga vektor
  • Sanitasi dan drainase lahan yang baikLakukan eradikasi dengan cara memotong dan membakar tanaman yang terserang ( menghilangkan inokulum).

Sumber: Bebagai sumber

ditulis ulang oleh: Tri Kusnanto