JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Sosial Media

MENGENAL KEANEKARAGAMAN GENETIKA PISANG

MENGENAL KEANEKARAGAMAN GENETIKA PISANG

Oleh:

Dea Sylva Lisnandar

Pisang termasuk ke dalam famili Musaceae yang terdiri dari dua genera yaitu, genus Musa dan Ensete. Genus Musa terbagi atas empat kelompok yaitu, Australimusa, Callimusa, Eumusa, dan Rhodochlamys. Kelompok Australimusa dan Eumusa banyak dimanfaatkan untuk buah, serat, dan sayuran sedangkan Callimusa dan Rhodochlamys banyak digunakan sebagai tanaman hias (Simmonds 1970).

Pisang komersial terdiri dari lebih dari satu genom (AA, AAA, AAB, ABB, BB, AAAA, AAAB), polen steril, kegagalan dalam sistem penyerbukan/pembuahan dan partenokarpi (karpel tumbuh walaupun embrio tidak berkembang sehingga buah terbentuk tetapi tanpa biji). Pisang terbukti berasal dari persilangan antara M. acuminata (AA) dan M. balbisiana (BB). Genom AA bertanggung jawab terhadap rasa manis atau asam dengan kadar pati rendah sedangkan genom BB berkaitan dengan kadar pati yang lebih tinggi.

Kombinasi dari kedua genom tersebut menghasilkan beberapa kelompok pisang seperti: pisang diploid AA (Pisang Mas, Pisang Jari Buaya, Pisang Berlin, Pisang Oli yang secara umum dicirikan oleh ukuran buah yang kecil dan kulit tipis menempel pada daging buah), pisang triploid AAA (Ambon/Gross Michell, Ambon Lumut/ Cavendish, barangan dan Udang), AAB (Rajabulu, Raja Sereh, Tanduk, Nangka dan Kosta), ABB (Siem, Saba, dan Kepok), BB (Klutuk Awu, Klutuk Wulung, Klutuk Warangan) serta pisang tetraploid silangan Honduras AAAB (FHIA02) (Simmonds dan Shepherd 1955).

Sumber: promusa.org