JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Sosial Media

MENGENAL HAMA PENGGEREK BATANG PISANG

MENGENAL HAMA PENGGEREK BATANG PISANG

Oleh: Danarsi Diptaningsari

Hama penggerek batang pisang, Odoiporus longicolis (Coleoptera: Curculionidae) memiliki gejala serangan yang ditandai oleh adanya lubang-lubang di sepanjang batang semu. Pada serangan berat, batang semu menjadi terbelah dan mengeluarkan lendir (blendok). Akibatnya batang semu menjadi patah dan akhirnya tanaman mati.

Dewasa hama ini yaitu kumbang moncong berukuran ±30 mm. Telur diletakkan pada pelepah pisang, kemudian bila telur telah menetas, larva akan menggerek batang pisang bagian atas. Pupa akan membentuk kepompong pada batang tanaman. Serangga dewasa dapat terbang secara aktif dan tertarik pada sisa batang tanaman. Serangga ini memiliki masa hidup yang cukup panjang, rata-rata 6-10 bulan, dan bisa lebih 2 tahun.

Rekomendasi pengendalian:

  1. Sanitasi kebun dan kultur teknis

Kebersihan kebun harus diperhatikan, karena kumbang dapat berkembang biak pada sisa tanaman yang telah mati. Musnahkan batang yang terserang dan sisa tanaman di kebun. Batang yang dibelah membujur di tanah dapat digunakan sebagai perangkap semu. Perangkap ini harus dimusnahkan secara berkala.

  1. Pengendalian hayati

Pengendalian hayati relatif aman, dan efektif untuk jangka panjang. Pengendalian secara hayati dapat dilakukan dengan menggunakan jamur entomopatogen (Beauveria bassiana dan Metarhizium anisopliae). Beberapa produk Badan Litbang yang dapat direkomendasikan untuk pengendalian yaitu: Siori Biopestisida (mengandung 4 jenis mikroba yaitu Bacillus spp, Trichoderma lactae, Trichoderma harzianum, Pseudomonas spp.), Biotriba 3 (mengandung Bacillus sp.), dan Siori SPO (mengandung ekstrak tanaman nimba (Azadiractin indica)).

  1. Pengendalian kimiawi

Insektisida berbahan aktif karbofuran dapat digunakan untuk pengendalian hama ini. Namun demikian, pemilihan bahan aktif ini harus dipertimbangkan kembali terkait adanya larangan penggunaan karbofuran di berbagai negara. Karbofuran bersifat sistemik, sehingga residu insektisida ini akan berbahaya, dan jika melewati batas maksimum residu, maka komoditas pisang tidak bisa diekspor. Alternatif pilihan bahan aktif insektisida yang lain yaitu golongan organofosfat atau piretroid (selektif, yang diijinkan untuk pisang). Insektisida ini juga dapat digunakan untuk aplikasi pada sisa batang tanaman yang telah terserang.

Foto dan sumber: BPTP Lampung & Balitbu