JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Sosial Media

Membuat Eco-enzyme dari Sampah Rumah Tangga

Masalah sampah merupakan masalah penting yang dapat merusak keseimbangan ekosistem lingkungan.  Penerapan 3R atau reuse, reduce dan recycle, sampah merupakan salah satu program terbaik dalam rangka pelestarian lingkungan hidup karena pengelolaan sampah dari sumbernya.  

Pengelolaan sampah adalah kegiatan yang sistematis, menyeluruh, dan pengelolaan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah.   Pengurangan sampah sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Republik Indonesia No 18 Tahun 2018 Tentang Pengelolaan sampah, Pasal 19 huruf a meliputi: a timbulan sampah;  b.  pendauran ulang sampah;  dan/atau c.  pemanfaatan kembali sampah.  Saat ini pengelolaan/pemanfaatan sampah dapat diwujudkan melalui pembuatan eco-enzyme yang dapat diterapkan pada tingkat rumah tangga.  Eco-enzyme adalah ekstrak cairan yang dihasilkan dari fermentasi sisa sayuran dan buah-buahan dengan substrat gula merah dan air.    

Eco Enzym merupakan cairan serba guna yang merupakan hasil fermentasi dari sisa buah atau sayuran, gula dan air.  Eco enzym dikembangkan oleh Dr. Rosukon Poompanvong pendiri Asosiasi Pertanian Organik Thailand yang melakukan penelitian selama 30 tahun, dan diperkenalkan secara lebih luas oleh Dr. Joean Oon.  Eco Enzym menggunakan bahan baku yang mudah didapat dan murah sehingga mudah bagi kita mempraktekkannya.

Keistimewaan eco-enzym ini adalah tidak memerlukan lahan yang luas untuk proses fermentasi seperti pada proses pembuatan kompos, bahkan produk ini tidak memerlukan bak komposter dengan spesifikasi tertentu.  Botol-botol bekas air mineral  maupun toples bekas produk lain yang sudah tidak digunakan dapat dimanfaatkan kembali sebagai tangki/wadah fermentasi eco-enzyme.  Hal ini juga mendukung konsep reuse dalam menyelamatkan lingkungan.  Eco-enzyme hanya membutuhkan seukuran botol media sehingga dapat menghemat tempat pengolahan dan yang pasti pembuatan eco enzym dapat diterapkan di skala rumah tangga.

Eco-enzyme memiliki banyak manfaat seperti dapat digunakan sebagai pupuk tanaman, campuran deterjen pembersih lantai, cairan pencuci piring, pembersih sisa pestisida, pembersih kerak, serta pada proses fermentasinya dihasilkan gas 03 (ozon) yang sangat dibutuhkan atmosfer bumi.  Mengingat keistimewaan dan manfaat eco-enzyme, dirasa perlu untuk kita mempraktekkan pembuatan eco enzym ini sehingga selain kita mendapatkan cairan eco enzym yang memiliki banyak manfaat kita juga telah berperan dalam menangulangi sampah organik dengan memanfaatkannya.

Cara Pembuatan Eco Enzym

Pembuatan eco enzim tidak begitu sulit untuk diterapkan karena menggunakan bahan-bahan yang sudah sangat kita kenal. Untuk membuat eco enzim kita harus menyiapkan bahan dan alat seperti:

  1.  Gula jawa/gula aren
  2.  Sampah organik (kulit buah/sayur)
  3.  Air bersih
  4.  Botol/toples plastik (jangan gunakan bahan kaca)

Bahan yang digunakan dalam membuat eco enzym adalah gula, bahan organik, dan air dengan perbandingan 1 : 3 : 10 atau 100g gula : 300g kulit buah : 1liter air

Cara pembuatan:

  1. Masukkan air ke dalam wadah toples yang mempunyaitutup yang rapat.  Air tidak boleh mengisi penuh wadah, harus tersisa ruang dalam toples untuk gas hasil fermentasi, volume maksimal air adalah 60% volume wadah.
  2. Potong-potong gula menjadi kecil-kecil, potong-potong bahan organik kemudian tuang semua bahan ke dalam wadah yang telah diisi air, pastikan gula sudah terlarut semua, lalu tutup rapat.
  3. Simpan wadah di tempat yang kering dan sejuk dengan suhu ruangan.
  4. Diamkan selama 3 bulan agar proses fermentasi sempurna dan menghasilkan eco enzym, setelah 3 bulan, saring eco enzymemenggunakan kain kasa atau saringan.
  5. Residu/sisa dapat digunakan lagi untuk starter  produksi eco enzymbaru dengan menambahkan sampah segar atau dapat digunakan untuk pupuk.

Oleh: Betty Mailina, SP

Sumber: dari berbagai sumber