JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Sosial Media

Hama Kepinding Tanah Tanaman Padi

 

Hama Kepinding tanah merupakan salah satu hama tanaman padi cukup penting, dan menjadi masalah besar bagi petani, karena dapat menurunkan produktivitas padi bahkan gagal panen. Hama kepinding tanah ada yang berwarna hitam dan agak kecoklatan dengan nama latin Scotinophora coarctata, dan hidupnya dipangkal batang padi. Serangga ini mudah dijumpai saat bulan purnama dimana cahaya sangat terang di malam hari dengan bau yang sangat busuk/langu. Serangan hama kepinding tanah bisa terjadi pada fase vegetatif maupun generatif. Jika terjadi pada fase vegetatif akan berakibat berkurangnya jumlah anakan. Jika menyerang pada saat generatif atau pada saat bunting akan mengakibatkan malai padi pendek dan gabah menjadi hampa. Kepinding tanah  menyerang dengan cara menghisap cairan pangkal batang tanaman padi. Pada populasi tinggi, dapat menyebabkan pertanaman mati, diawali dengan perubahan warna kuning kemerahan, menjadi coklat dan dapat menyebabkan pertanaman mati seperti terserang wereng batang coklat.

Dinamika Populasi 

  • Serangga dewasa mampu hidup dan berkembang biak selama 2 musim.
  • Waktu musim kemarau serangga dewasa dapat bertahan pada bongkahan tanah yang berumput.
  • Pada saat cuaca baik serangga dewasa terbang ke pertanaman dalam jumlah besar (lebih menyukai keadaan basah dan lembab)
  • Serangga dewasa menyukai intensitas cahaya yang tinggi dan mudah ditangkap pada saat bulan purnama.
  • Tanaman inang : Panicum, jagung Sceleria, Scirphus dan padi.
  • Kepinding tanah menyerang pada bagian batang padi dengan cara menghisap cairan pada pangkal batang.

 Teknik Pengendalian

Pengendalian hama untuk mencegah kehilangan hasil akibat serangan kepinding tanah dapat dilakukan melalui beberapa teknik pengendalian antara lain;

  • Menggunakan Bio Insektisida berupa jamur Beauveria bassianayang diaplikasikan seperti insektisida kimia karena mampu menekan populasi hingga 30%. Jamur Beauveria bassiana telah tersedia di pasaran/kios pertanian salah satu diantaranya dengan merk dagang “Bive-TM”. Jamur Beauveria bassiana tersebut selain dapat mengendalikan hama Kepinding tanah, juga dapat mengendalikan hama  Wereng Batang Coklat (WBC), Wereng Hijau dan Walang Sangit.
  • Kultur teknis dengan cara pembajakan tanah segera setelah panen atau  pengolahan tanah secara sempurna segera  dilakukan setelah panen untuk mematikan telur, nimfa dan serangga dewasa yang tinggal pada pangkal batang padi, pengaturan air pada tanaman secara basah kering (intermitten), penyiangan atau pengendalian gulma dan sanitasi lingkungan (gulma dan rerumputan) terutama pada galengan dan tanggul saluran irrigasi, atau pinggiran jalan.
  • Menggunakan musuh alami seperti parasitoid dan predator. Mengingat pentingnya peran kepinding tanah pada pertanaman padi dan sulitnya pengendalian, maka untuk dapat menentukan strategi pengendalian yang lebih tepat perlu diketahui perkembangan populasinya dan jenis-jenis musuh alami yang potensial untuk mengendalikan hama tersebut.
  • Jika populasi lebih dari 5 ekor nimfa atau serangga dewasa per rumpun perlu segera dikendalikan dengan insetisida  kimia, yang berbahan aktif dari golongan piretroid sintetik, misalnya bahan aktif alfa sipermetrin, delta metrin, Zeta sipermetrin dll, atau insetisida dengan merk dagang, seperti, Fastac 15 EC, Atabron 50 EC, Matador25 EC, Fury 50 EC dan regent 50 SC, dengan volume larutan 400-500 lt/ha. Namun, penggunaan insektisida sintetik secara tidak bijaksana dan berlebihan dapat menimbulkan beberapa masalah seperti pencemaran lingkungan, hama menjadi resistensi dan terjadi resurjensi hama, serta terbunuhnya serangga yang bermanfaat. Hama kepinding tanah sangat sulit dikendalikan karena bersembunyi di pangkal batang tanaman padi. Meski disemprot dengan insektisida tetap tidak efektif, karena semprotan tidak dapat menjangkau lokasi persembunyian hama tersebut. Oleh karenanya sebelum penyemprotan, sawah harus diairi/digenangi sehingga hama kepinding tanah naik ke bagian batang/daun, kemudian segera dilakukan penyemprotan dengan insektisida.
  • Secara fisik dan mekanis dengan menggunakan lampu perangkap diletaknya dalam ember/kolam kecil terbut dari plastik yang diberi air sabun. Selain itu pengendalian hama kepinding tanah dapat dilakukan pelapasan bebek/itik disawah.

Ditulis ulang oleh: Tri Kusnanto