JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Sosial Media

Cara Perbanyakan Pala Melalui Top Grafting (Sambung Pucuk)

Pendahuluan

Pemerintah melalui Badan Litbang Pertanian lagimenggalakkan dengan program yang disebut dengan Program Perbenihan, mana salah satu komoditi yang mempunyai potensidikembangkan lagi yaitu dengan komoditi perkebunan yang dikenal dengan tanaman rempah-rempah yakni Cengkeh, lada dan Pala dan lain-lain, dimana merupakan daya tarik Negara lain untuk menjajah Bangsa Indonesia pada tahun 1830an. Dan untuk mengembalikan kembali kejayaan bangsa Indonesia dengan hasil rempah-rempah tersebut saat ini untuk menanam kembali bahkan lebih dari itu lebih meningkatkan produksi dan kualitas dari komoditi tersebut. Biji pala dan fuli merupakan komoditas ekspor sehingga dapat menambah devisa Negara, karena bermanfaat sebagai obat pada industry farmasi modern seperti balsam gosok sirup obat batuk minyak urut dan sebagainya. Selain itu juga mempunyai peranan yang cukup besar dalam menunjang upaya peningkatan pendapatan Negara/devisa negara karena sampai saat ini biji pala dan fuli diekspor ke Uni Eropah antara lain: Belanda, Italia, Vietnam dan Argentina.

Untuk mendukung rehabilitasi komoditi perkebunan dibutuhkan ketersediaan bahan tanam dalam jumlah dan waktu yang tepat. Dilain pihak hingga saat ini ketersediaan sumber entres klon-klon unggul barumasih sangat terbatas. Dengan demikian sangat diperlukan dukungan teknologi baru untuk mempercepat perbanyakan bahan tanam unggul tersebut yakni dengancara sambung (grafting) lewat sambung samping (side grafting) ataudengan sambung pucuk (top grafting), dimana tujuannya adalah untukmendapatkan bahan tanam yang unggul (tahan terhadap hama/penyakit), lebih cepat berproduksi dan terjadi peningkatan produktivitas (Wahyudi 1985). Alasan lain untuk melakukan grafting adalah menurut Hartmant, et al 1997) antara laian :

  1. Memperoleh keuntungan dari batang bawah tertentu seperti perakaran kuat, toleran terhadap lingkungan tertentu.
  2. Mengubah kultivar dari tanaman yang telah berproduksi yang disebut top working
  3. Mempercepat kematangan reproduktif dan produksi buah lebih awal
  4. Mempercepat pertumbuhan tanaman dan mengurangi waktu produksi
  5. Mendapatkan bentuk pertumbuhan tanaman khusus
  6. Memperbaiki kerusakan pada tanaman.

Aplikasi grafting juga dapat dilakukan untuk membuat satu tanaman dengan jenis tanaman yang berbeda-beda, untuk mengatasi masalah polinasi dalam kasus self incompabability ata tanaman berumah dua (Ashari, 1995).

 

Proses pelaksanaan Grafting top ( sambung pucuk)

Grafting (penyambungan) dapat dilakukan melalui side grafting atau sambung samping maupun top grafting (sambung pucuk). Pada tanaman pala lebih mudah dan efisien adalah dengan top grafting (sambung pucuk). Adapun Tahapan proses sambung pucuk tanaman pala adalah sebagai berikut :

  1. Pangkas bibit/batang bawah kira-kira 2 mata tunas diatasnya.
  2. Belah cabang batang bawah sepanjang 5 cm
  3. Masukkan entris dari pohon induk yang terpilih
  4. Ikat hasil sambungan dengan tali plastik
  5. Bungkus entris hasil sambung dengan plastik bening
  6. Bibit pala hasil sambung pucuk
  7. Tanaman Pala hasil sambung pucuk berbuah pada umur 3,5 tahun

Kesimpulan

  • Teknologi sambung pucuk dapat dapat meningkatkan produktivitas pala yang merupakan salah satu komoditi perkebunan
  • Keberhasilan teknologi sambung pucuk dipengaruhi oleh faktor tanaman, pelaksanaan, dan faktor lingkungan.
  • Perlu dilakukan kajian lanjut dalam hal faktor tanaman yangmempengaruhi varietas yang disebut incompatible (tidak sesuai) untuk disambung.
  • Waktu yang baik untuk melakukan penyambungan adalah pada saat cuaca cerah, namun ada pula yang menyebutkan bahwa penyambunganpada awal musim kemarau memberikan hasil yang lebih baik dari pada musim hujan, tetapi hal tersebut perlu dikaji lebih lanjut.

 

Ditulis Ulang Oleh: Tri Kusnanto

Sumber: Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Utara 2019