JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Sosial Media

MEMBANGUN RUMAH PERBENIHAN KOPI

Hal yang pertama dilakukan dalam kegiatan perbenihan kopi yakni mempersiapkan rumah perbenihan.  Rumah perbenihan dalam hal ini bukanlah bangunan permanen, namun merupakan tempat menyemai dan membesarkan benih kopi baik yang diperbanyak dengan cara generatif maupun vegetatif.  Pembangunan rumah perbenihan kopi harus memenuhi syarat teknis serta memiliki unsur estetik.  Untuk itu pembangunan rumah perbenihan kopi harus didesain terlebih dahulu tata letaknya sehingga memudahkan dalam pelaksanaan pembangunannya.  Keberhasilan produksi benih kopi, salah satunya dipengaruhi baik atau tidaknya instalasi rumah perbenihan kopi.  Variabel yang berpengaruh terhadap keberhasilan produksi benih kopi dari aspek rumah perbenihan diantaranya adalah: lokasi perbenihan, bak persemaian biji atau setek, bedengan tempat menata polybag, saluran drainase,  atap bedengan, dan media polybag.

1. Lokasi perbenihan

Lokasi perbenihan yang ideal yakni memiliki topografi yang datar, ada akses jalan yang dapat dilalui mobil, serta dekat dengan sumber air.  Apabila ketiga unsur tersebut terpenuhi, maka kita dapat menetapkan lokasi pembangunan rumah perbenihan.

2. Bak persemaian biji/setek

Bak persemaian berfungsi untuk menyemai biji atau setek sampai siap dipindahkan ke polybag.  Bak persemaian dapat dibuat secara permanen menggunakan semen dan pasir dapat pula dibuat dari papan dan reng.  Bak persemaian dibuat di atas bedengan dengan ukuran lebar 80-100 cm, tinggi 20cm, dan panjang maksimal 10m.

Media semai yang akan di isikan ke bak penyemaian dapat berupa tanah gembur, pupuk kandang, dan pasir halus.  Campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 3:1 digunakan sebagai media dasar bak semai, sedangkan pasir halus dihamparkan di atas media dasar setebal 15-20 cm.  Selanjutnya media semai diberi perlakuan fungisida dengan cara disemprot atau disiram menggunakan gembor.  Setelah aplikasi fungisida, bak semai perlu disungkup selama 1 minggu.  Penyungkupan dimulai dengan memasang kerangka sungkup terbuat dari bilah bambu atau dapat juga dibuat dari besi.  Gunakan plastik sungkup buram berukuran lebar 3 m dan panjang menyesuaikan dengan rangka sungkup.  Setelah satu minggu, sungkup dibuka dan bak penyemaian di kering anginkan selama 7 hari dan penyemaian biji atau setek sudah dapat dilakukan.

3. Bedengan tempat menata polybag

Bedengan dalam produksi benih berfungsi untuk tempat menata polybag yang telah diisi media semai.  Dengan adanya bedengan, polybag akan terhindar dari genangan air hujan.  Bedengan dibuat dengan ukuran lebar 110-120 cm, tinggi 10-15 cm, dan panjang maksimal 10 m.  Permukaan bedengan diupayakan padat dan rata.  Untuk menyanggah barisan polybag agar tidak ada yang roboh, di bagian tepi permukaan bedengan dibuat pembatas menyerupai pagar dari bilah bambu atau reng setinggi 5-10 cm. 

 

 

4. Saluran drainase

Untuk memperlancar pelimpasan air hujan, di setiap sisi rumah perbenihan dibuat saluran drainase primer dengan ukuran lebar 40 cm dan dalam 40 cm.  Selanjutnya disetiap batas antar bedengan dibuat saluran drainase sekunder dengan ukuran lebar 40 cm dan dalam 10 cm.

5. Atap rumah perbenihan

Rumah perbenihan harus memiliki atap yang dapat terbuat dari anyaman daun kelapa atau parane t.  Pembuatan atap rumah perbenihan dimulai dengan pemasangan tiang dan rangka atap.  Tinggi atap rumah perbenihan dari permukaan bedengan minimal 2 m.  Hal ini untuk memudahkan operasional pemeliharaan benih.  Apabila atap terlalu rendah, tenaga kerja akan kesulitan dalam melakukan pemeliharaan benih.

6. Media polybag

Media polybag terdiri dari campuran tanah gembur dan pupuk kandang dengan perbandingan 3:1.  Sebaiknya tanah diambil dalam keadaan kering.  Hindari pengambilan tanah pada saat curah hujan tinggi karena akan menyebabkan pemadatan.  Pupuk kandang yang digunakan perlu difermentasi dahulu selama minimal 2 minggu dengan mencampurkan biodekomposer.  Pupuk kandang yang menggumpal perlu dihancurkan terlebih dahulu baik secara manual atau menggunakan mesin penggiling untuk mendapatkan tekstur yang halus sehingga pencampuran dengan tanah akan lebih mudah.   Campuran tanah dan pupuk kandang yang telah merata kemudian dapat diisikan ke polybag berukuran minimal 12cm x 20cm.  Polybag yang telah terisi penuh, dapat disusun ke bedengan yang sudah dipersiapkan.

Sumber:

  1. Kepmentan No: 319 Tahun 2015, tentang Pedoman Produksi, Sertifikasi, Peredaran, dan Pengawasan Benih Tanaman Kopi
  2. Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri)
  3. Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka)  

Sumber Gambar: Erdiansyah

Penyusun : Erdiansyah, Gohan O.M.

instagram takipçi hilesi hacklink c99 shell Google