JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Sosial Media

REHABILITASI KAKAO DENGAN TEKNOLOGI SAMBUNG SAMPING

Produktivitas kakao rakyat secara nasional masih tergolong rendah (0,8 Ton/Ha, Ditjenbun 2016).  Beberapa penyebab rendahnya produktivitas kakao di Indonesia diantaranya disebabkan oleh penggunaan bibit asalan yang diperoleh dari sumber bibit yang tidak jelas asal-usulnya serta masih rendahnya upaya rehabilitasi tanaman kakao tidak produktif.  Oleh karenanya, dibutuhkan teknologi yang tepat agar produktivitas kakao dapat meningkat.  Sambung samping (side grafting) merupakan tekologi yang dapat menjadi alternatif bagi petani kakao agar produktivitas kakaonya meningkat tanpa membongkar tanaman lama.  Teknologi ini cukup efisien dari segi waktu dan biaya, dibandingkan apabila melakukan pembongkaran tanaman lama dan menanam tanam baru (replanting).

Teknik sambung samping merupakan teknik rehabilitasi tanaman yang semula memiliki sifat produktivitas rendah, kualitas hasil kurang baik, dan kelemahan-kelemahan genetis lainnya, namun masih memiliki batang dan perakaran yang sehat, sehingga dapat meningkat produktivitasnya.  Prinsip teknologi sambung samping ini adalah menyisipkan bagian percabangan tanaman unggul (yang memiliki mata tunas) ke celah kulit batang utama tanaman sejenis (se family) yang akan direhabilitasi.  Setelah cabang yang disisipkan ini tumbuh, maka batang utama di atas sambungan di pangkas.  Tanaman kakao hasil sambung samping ini dapat berproduksi pada umur 9 – 12 bulan sesudah perlakuan.

 

Keuntungan Sambung Samping

  1. Lebih mudah pelaksanaannya, sehingga areal pertanaman kakao dapat di rehabilitasi dalam waktu singkat.
  2. Lebih mudah, dan tanaman kakao lebih cepat berproduksi.
  3. Sementara batang atas belum berproduksi, hasil buah dari batang bawah masih dapat dipertahankan.
  4. Batang bawah dapat berfungsi sebagai penaung sementara bagi batang atas yang sedang tumbuh.

Untuk melakukan sambung samping tanaman kakao, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan yaitu persiapan alat dan bahan, pelaksanaan teknik sambung samping, dan perlakuan pasca sambung samping.

Persiapan alat dan bahan

Tahapan pertama yang dilakukan dalam sambung samping adalah persiapan alat dan bahan. Alat yang perlu disiapkan sangat sederhana yaitu pisau tajam dan bersih dan gunting pangkas. Sedangkan bahan yang digunakan adalah entris, tali rafia, dan plastik buram.

Persiapan batang bawah

Sebelum melakukan sambung samping, batang bawah perlu dipupuk dan dipangkas. Pemupukan dilakukan untuk meningkatkan kekebalan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit pasca disambung samping. Sedangkan pemangkasan dilakukan agar fotosintesis tanaman nantinya dapat dimanfaatkan secara optimal untuk pertumbuhan sambungan. Pemupukan dan pemangkasan dilakukan secara beriringan yakni sekitar 1 bulan sebelum sambung samping dilakukan.

Persiapan batang atas

Setelah batang bawah dipupuk dan dipangkas, langkah selanjutnya siapkan batang atas (entres) . Entres diambil dari cabang tanaman kakao yang produktivitasnya tinggi (minimal selama 4 tahun berturut-turut), jumlah biji perbuah di atas 40 butir dan berat biji kering di atas 1 gram per biji, dan tahan terhadap hama dan penyakit.  Cabang yang digunakan sebagai entres berusia sekitar 3 bulan (berwarna hijau kecoklatan).  

Sambung samping tanaman kakao

Setelah batang bawah, entres, serta alat dan bahan penyambungan siap, teknik sambung samping dapat langsung dilakukan. Pelaksanaan teknik sambung samping dapat mengikuti urutan prosedur sebagai berikut:

1. Pembuatan Jendela Sambungan

Jendela sambungan dibuat pada batang pokok di ketinggian antara 45-75 cm dari permukaan tanah. Jendela sambungan dibuat dengan membuat 2 torehan vertikal yang sejajar sepanjang 7 – 10 cm dengan jarak 2-3 cm. Torehan tersebut dibuat hingga menyentuh jaringan kayu. Kedua torehan kemudian dihubungkan dengan torehan horizontal di bagian atasnya.  Setelah itu, buka kulit sedikit saja untuk memastikan apakah kulit ddapat terkelupas sempurna.  Selanjutnya persiapkan entres.

 

 

2. Persiapan entres

Entres sebaiknya memiliki 2-4 mata tunas.  Bagian bawah mata tunas harus dapat disayat serong seperti tombak sepanjang 3-5 cm dan ujung lainnya dipotong serong sepanjang 2-3 cm bersebelahan dengan potongan bagian bawah kayu mata tunas.

 

 

3. Penyambungan

 

Buka jendela sambungan secara perlahan sampai bagian bawah torehan vertikal.  Sisipkan dengan cepat entres yang telah dipersiapkan sampai menempel rata bada bagian kayu batang bawah.  Ikat secara rapat sambungan dengan tali rafia dimulai dari bawah sambungan.  Kemudian tutup sambungan dengan menggunakan plastik buram agar tidak terkena hujan panas matahari langsung, biarkan selama 3 minggu.

 

 

 

4. Perlakuan pasca sambung samping

Setelah 3 minggu, apabila sambungan berhasil maka akan tumbuh tunas baru pada cabang sambungan.  Buka plastik pembungkus secara perlahan agar pertumbuhan mata tunas tidak terhambat. Sambungan kemudian dipelihara dan dibiarkan tumbuh hingga cukup besar. Jika sambungan sudah berumur sekitar 6 bulan, batang pokok harus dipangkas agar tidak terjadi persaingan dengan sambungan. Pemotongan dilakukan pada jarak minimal 30 cm dari sambungan. Setelah 18 bulan, tanaman hasil sambung samping sudah tumbuh besar dan mulai berproduksi.

 

Sumber Gambar       : Erdiansyah

Oleh: Betty Mailina, Erdiansyah, Gohan OM, Suryani, disusun dari berbagai literatur

instagram takipçi hilesi hacklink c99 shell Google