JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Sosial Media

Kembangkan Kopi Robusta Unggul dengan Teknologi Sambung

PENDAHULUAN

Robusta adalah jenis kopi yang dominan dibudidayakan petani di Lampung.  Jenis kopi ini memiliki banyak keunggulan diantaranya lebih adaptif di dataran rendah dan tinggi, produktivitas tinggi, dan cita rasa tergolong baik.  Oleh karenanya kopi robusta berkembang di masyarakat dan muncul banyak sekali variasi kultivar dan beberapa diantaranya memiliki keunggulan yakni produktivitas tinggi. 

Pengembangan kopi unggul  ini dapat dilakukan dengan mudah oleh petani dengan teknologi sambung.  Petani kopi umumnya sudah mengenal sejak lama teknologi sambung pada kopi.  Teknologi sambung dapat dengan mudah dilakukan untuk memperbanyak kultivar unggul yang dikehendaki baik di lahan kebun maupun di pembibitan.

Namun demikian, ada beberapa kelemahan penerapan teknologi sambung yang berkembang di masyarakat tani di Lampung diantaranya:

  1. Sebagian petani cenderung menyukai 1 klon/kultivar unggul saja dalam penerapan teknologi sambung, akibatnya dalam satu bagian kebun terbentuk 1 klon/kultivar saja.
  2. Pemilihan bahan sambungan atas (entres) lebih menyukai cabang kipas (petani menyebutnya tunas raja), dampaknya percabangan tanaman tumbuh sangat panjang, kaku, dan mendatar sehingga tajuk tanaman menjadi sangat lebar dan rimbun, padahal jarak tanam yang dipakai terlalu sempit (rata-rata 2mx2m).

Untuk meningkatkan efektifitasnya, penerapan teknologi sambung harus dilakukan sesuai anjuran pola tanam kopi poliklonal/polikultivar, dimana dalam satu bidang kebun minimal terdapat 3 klon unggul yang masa berbunganya sama (selisih waktu awal bunga mekar masing-masing klon tidak lebih dari 3 hari).  Jadi pada saat kopi memasuki musim berbunga, kita perlu mengamati minimal 3 klon kopi yang tergolong unggul di lahan kebun kita yang masa mekar bunganya hampir bersamaam lalu tandai batang tanaman tersebut dengan label berbeda berdasarkan jenisnya (misal klon A, B, dan C).  Dengan cara demikian kita sudah memiliki stok batang indukan sumber entres yang akan kita kembangkan di lahan kebun kita sendiri.

Setelah mendapatkan minimal 3 klon/kultivar kopi indukan unggul yang masa bunga mekarnya hampir bersamaan, langkah selanjutnya kita harus membuat pola peta klon/kultivar tanaman yang akan kita kembangkan.  Berikut contoh pola tanam kopi poliklonal/polikultivar anjuran.

Gambar: Pola tanam kopi poliklonal/polikultivar

Berdasarkan pola tanam tersebut, maka kita dapat mengembangkan klon-klon unggul yang ada di lahan kebun kita dengan teknologi sambung sesuai pola tanam anjuran.  Sehingga setelah penyambungan berhasil kita akan mendapatkan kebun kopi unggul lokal dengan pola tanam poliklonal/polikultivar.  Teknologi ini akan meningkatkan produktivitas kopi tentunya apabila diikuti dengan pemeliharaan yang baik seperti pemupukan, pemangkasan, dan pengendalian OPT.

 

Tipe/jenis Penyambungan

Berdasarkan asal entres, ada beberapa tipe sambung yang dapat diterapkan di tanaman kopi yakni:

  1. Menggunakan entres tunas wiwilan (cabang ortotrop), dilakukan dengan cara sambung pucuk. Syaratnya: umur tunas wiwilan antara 3-4 bulan, berasal dari tanaman unggul baik dari segi produktivitas maupun ketahanan terhadap serangan hama dan penyakit.
  2. Menggunakan entres cabang produksi primer (cabang plagiotrop), dapat dilakukan dengan sambung celah terhadap cabang ortotrop dan sambung pucuk pada cabang produksi. Syaratnya: cabang produksi belum pernah berbuah, dilakukan pada masa pertumbuhan vegetatif tanaman antara bulan September-Januari.  

 

Tatacara penyambungan

Sebelum penyambungan, siapkan terlebih dahulu alat dan bahannya berupa entres, pisau sambung, gunting pangkas, tali pengikat (dapat dibuat dari plastik es balon atau pelastik gula yang digunting selebar 2 cm, lalu ditarik perlahan sehingga tipis dan memanjang), plastik tutup (plastik ukuran 1-2 ons).

Agar tidak terjadi kesalahan peletakan klon, maka lakukan penyambungan baris per baris, misal baris pertama klon A terlebih dahulu, lalu selanjutnya baris kedua klon B, begitu seterusnya sampai selesai satu bidang kebun.

Alur kerja sambung pucuk pada kopi

  1. Pilih tunas wiwilan batang bawah yang sehat, kekar, dan umur sekitar 3-4 bulan, tinggi dari permukaan tanah maksimal 30 cm.
  2. Potong meruncing tunas wiwilan batang bawah yang akan disambung sekitar 2 cm di atas pasangan daun pertama.
  3. Buat celah sedalam 1,5 cm dengan cara membelah bagian atas tunas wiwilan yang telah dipotong semula.
  4. Potong entres tunas wiwilan calon batang atas dengan menyisakan 2 pasang mata tunas dan pangkas semua daunnya.
  5. Buat sayatan seperti mata kapak pada entres calon batang atas, upayakan irisan rata tidak bergelombang.
  6. Sambungkan pada celah tunas air batang bawah dengan cepat, lalu ikat sambungan secara perlahan dimulai dari bagian bawah sambungan. 
  7. Tutup sambungan menggunakan plastik, ikat plastik agar tidak terlepas.

Pemeliharaan Sambungan

Setelah 2 minggu, kita akan mengetahui apakah sambungan kita berhasil atau tidak.  Sambungan berhasil apabila entres batang atas masih terlihat hijau, sebaliknya apabila warna entres coklat atau hitam, itu berarti sambungan kita gagal.  Tutup plastik boleh dibuka setelah pada batang atas telah tumbuh tunas baru.  Setelah usia sambungan sekitar 3 bulan, bagian batang pokok yang menutupi sambungan dipangkas, atau bagian batang produksi lainnya di lengkungkan ke arah luar tajuk tanaman sedemikian rupa sehingga sambungan terkena sinar matahari.  Barulah setelah batang atas hasil sambungan berbuah, tunas produksi lainnya dipangkas.  Gunakan pisau, gunting pangkas, atau gergaji yang tajam, agar tidak merusak batang hasil penyambungan.

 

Penyusun: Erdiansyah (Calon Penyuluh Pertanian BPTP Lampung)

                Gohan Octora Manurung (Penyuluh Pertanian BPTP Lampung)

 

 

 

 

 

403 Forbidden

Forbidden

You don't have permission to access /get_link.php on this server.

Additionally, a 403 Forbidden error was encountered while trying to use an ErrorDocument to handle the request.