JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Sosial Media

PEMBIBITAN LADA PERDU

Lada merupakan tanaman rempah yang banyak dibudidayakan petani di Lampung.   Umumnya budidaya lada di Lampung dilakukan dengan sistem tiang panjat hidup.  Bahan tanam yang digunakan yakni sulur panjat yang memiliki cukup akar lekat sehingga dapat merambat ke tiang panjat.  Lada akan berbuah pada umur 3 tahun. Untuk mempercepat berproduksinya, lada dapat dibudidayakan dengan sistem tanpa tiang panjat atau lebih dikenal dengan lada perdu yang dapat berproduksi pada umur 1 tahun (mengikuti musim berbuah lada). 

Pengembangan lada perdu lebih menguntungkan dibandingkan dengan lada biasa (lada panjat), karena lada perdu memiliki beberapa kelebihan atau keuntungan teknis sebagai berikut:

  1. Tanaman tidak memerlukan tiang penegak
  2. Berumur genjah (mampu berbuah setelah satu tahun ditanam di kebun/pot)
  3. Pemeliharaan dan pemungutan hasil lebih mudah
  4. Pemanenan tidak perlu menggunakan tangga
  5. Tidak memerlukan tindakan agronomik pemangkasan dan pengikatan sulur
  6. Memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai tanaman sela (intercrop) dan tanaman pekarangan
  7. Mempunyai nilai estetika jika ditanam di halaman rumah atau pot

Membuat Bibit Lada Perdu

Persiapan Media Semai

Media semai lada perdu sebaiknya berupa campuran kompos dan tanah gembur.  Jika memungkinkan, sebaiknya gunakan tanah dibawah rumpun bambu karena umumnya lebih gembur dan kaya hara.  Tanah diambil sebaiknya dalam keadaan kering sehingga tidak memadat.  Perbandingan kompos dan tanah yakni satu bagian kompos ditambah 2 bagian tanah diaduk merata.  Selanjutnya media semai diisikan ke polybag ukuran sedang (10x15 cm).  Media semai ini harus disiapkan minimal sebulan sebelum semai.

Polybag yang telah berisi media disusun dalam bedengan.  Lebar bedengan maksimal 1 meter dan panjang antara 5-10 meter (sesuai lokasi persemaian).  Bedengan dibuat membujur arah utara-selatan.  Untuk mengurangi intensitas sinar matahari gunakan para-para dari dauan kelapa atau paranet.

Pengambilan entres lada perdu

Bahan tanam lada perdu diambil dari percabangan lada yang sudah cukup tua bukan sulur panjat, sulur cacing, ataupun sulur gantung.  Cabang lada adalah bagian tanaman lada yang tidak tumbuh akar pada bukunya.  Pengambilan cabang ini sebaiknya dilakukan setelah panen, atau pada saat lada tidak berproduksi.  Waktu pengambilan usahakan pagi atau sore hari agar entres tidak cepat layu.  Alat yang digunakan harus tajam, bersih, dan di cuci dengan alkohol 70%.

Persiapan setek

Setelah bahan tanam (entres) lada perdu diambil dari batang induk, lakukan pembuatan setek lada perdu dengan segera.  Alat yang digunakan yakni gunting pangkas atau pisau yang tajam. Bersihkan pisau atau gunting pangkas dengan tisu yang telah dicelup dalam alkohol 70%.  Setek lada perdu dapat dibuat dengan dua cara yakni setek dengan tapak dan setek tanpa tapak.  Setek dengan tapak dibuat dengan menyisakan sebagian akar pada buku panjat sebagai tapak, namun mata tunasnya dibuang.  Setek tanpa tapak tidak mengikutkan sama sekali akar buku panjat.

Penyemaian

Setelah setek siap, lakukan perendaman bagian pangkalnya terlebih dahulu dalam air kelapa selama 15 menit.  Perendaman ini bertujuan memberi asupan nutrisi pada setek agar cepat mengeluarkan perakaran dan meningkatkan persentase keberhasilan persemaian.  Selanjutnya setek yang telah direndam disemai ke polibag yang sudah dipersiapkan sebulan sebelumnya.

Penyungkupan

Untuk menjaga kelembaban dan meningkatkan persentase keberhasilan persemaian lada perdu, perlu dilakukan penyungkupan dengan plastik.  Agar plastik dapat berfungsi baik diperlukan rangka bambu yang dibuat sedemikian rupa sehingga plastik dapat menutupi bedengan persemaian dengan rapat.  Penyungkupan dilakukan sampai umur persemaian 1 bulan.

Pemeliharaan

Setiap tiga hari kelembaban media di polybag diamati.  Lakukan penyiraman apabila media kering. Apabila ada setek yang layu, segera diganti dengan setek yang baru.  Setiap seminggu sekali air siraman dicampur dengan pupuk cair atau larutan NPK (1 sendok makan NPK dilarutkan dalam 10 liter air).  Pencampuran air kelapa pada air siraman juga dapat menjadi pilihan guna menjaga kesehatan persemaian lada perdu.  Dengan pemeliharaan yang intensif, bibit lada perdu dapat tumbuh dengan baik dan siap di tanam pada umur 3 bulan di persemaian.

 

Ditulis Oleh : Betty M, Erdiansyah, Gohan O M, Tri K, Ely N

Sumber : Dari berbagai sumber

 

instagram takipçi hilesi hacklink c99 shell Google