JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Sosial Media

TEKNIK PEMBUATAN MIKRO ORGANISME LOKAL (MOL)

Pentingnya pemupukan adalah menyediakan unsur hara yang diperlukan tanaman untuk dapat tumbuh dan berproduksi secara optimal. Jenis pupuk berdasarkan bahan penyusunnya adalah pupuk kimia, pupuk organik dan pupuk hayati. Penggunaan pupuk kimia dalam budidaya tanaman sangat diminati petani dalam usaha meningkatkan produktivitas tanaman karena pupuk kimia dapat menyediakan unsurhara yang diperlukan tanaman secara cepat dan dalam jumlah yang tidak banyak. Akan tetapi, penggunaan pupuk kimia secara  secara terus menerus tanpa diimbangi dengan pupuk organik dapat menyebabkan kadar bahan organik tanah menurun, struktur tanah rusak, dan mengakibatkan pencemaran lingkungan, dan jika hal ini terus berlanjut akan menurunkan kualitas tanah dan kesehatan lingkungan. Oleh karena itu, selain menggunakan pupuk kimia, sebaiknya petani juga menggunakan pupuk organik untuk meningkatkan/mempertahankan kesuburan tanah.

Pupuk organik dapat dibagi menjadi 2 (dua) berdasarkan bentuknya yaitu pupuk organik padat dan pupuk organik cair. Salah satu jenis pupuk organik cair adalah yang umumnya dikenal sebagai Mikro Organisme Lokal (MOL) yang merupakan larutan hasil fermentasi. Bahan dasar MOL berasal dari berbagai sumber yang mengandung unsur hara mikro, makro, bakteri perombak bahan organik, perangsang pertumbuhan dan agen pengendali hama/penyakit tanaman. Oleh karena itu, MOL dapat dimanfaatkan sebagai (a) Pupuk organik cair, (b) Decomposer atau biang pembuatan kompos, (c) Pestisida nabati.

SUMBER BAHAN MOL

  1. Karbohidrat (sumber C) : air cucian beras, singkong, kentang, nasi dll
  2. Glukosa (sumber C dan N) berasal dari air gula merah, gula pasir, molases dan urin sapi.
  3. Vitamin dan mineral: air kelapa dan susu bekas

KEUNGGULAN UTAMA PENGGUNAAN MOL

 Berikut adalah keunggulan dari pemanfaatan MOL

  1. Pembuatan MOL sederhana dan mudah dengan waktu yang relatif singkat.
  2. Biaya pembuatan murah, karena menggunakan bahan-bahan yang kurang dimanfaatkan dan tersedia di sekitar.
  3. Pupuk organik yang dihasilkan mengandung unsur kompleks baik makro maupun mikro serta mengandung mikroba yang bermanfaat.
  4. Ramah lingkungan karena tidak meninggalkan residu.
  5. Biota tanah terlindungi sehingga dapat memperbaiki/mempertahankan kualitas tanah.
  6. Meningkatkan kuantitas dan kualitas produk hasil tanaman.

BAHAN DAN PROSES PEMBUATAN MOL

Bahan dasar pembuatan MOL berasal dari berbagai bahan yang tersedia dan belum termanfaatkan dilokasi/mudah didapat. Bahan dasar yang dapat digunakan antara lain berenuk, bonggol pisang, dan sisa buah-buahan busuk yang tidak dikonsumsi. Berikut adalah contoh pembuatan MOL.

 

  1. Pembuatan MOL dengan Bahan Dasar Berenuk

Pertimbangan dalam memanfaatkan berenuk sebagai bahan dasar antara lain berenuk merupakan bahan yang banyak tersedia tetapi tidak dimanfaatkan dan hanya menjadi limbah pertanian. Selain itu kandungan buah berenuk yaitu saponin yang merupakan pelindung terhadap serangan serangga.

Bahan :

  1. 5 buah berenuk
  2. 30 liter air beras
  3. 20 liter air kencing sapi/kerbau/kambing/kelinci

Cara Pembuatan

  1. Haluskan buah berenuk lalu masukkan dalam drum/tong plastik
  2. Masukkan 30 liter air beras dan 20 liter air kencing kemudian aduk rata lalu tutup rapat dengan plastik.
  3. Masukkan slang plastik (diameter 0,5 cm) sambungkan ke dalam botol plastik yang telah diisi air tawar.
  4. Biarkan selama 15 hari.
  5. Saring larutan MOL dan masukkan kedalam wadah penyimpanan (jerigen).

 

  1. Pembuatan MOL dengan Bahan Dasar Bonggol Pisang

Penggunaan bonggol pisang sebagai bahan dasar pembuatan MOL didasarkan pada pertimbangan bahwa hormon pertumbuhan yaitu : giberelin dan sitokinin terkandung pada bonggol pisang. Selain itu, bonggol  pisang juga mengandung mikro organisme yang berguna bagi tanaman diantaranya adalah pelarut phospat, aspergilus, azospirillium.

Bahan :

  1. Bonggol pisang 5 kg
  2. Gula merah 1 kg
  3. Air cucian beras 10 liter

Cara Pembuatan

  1. Lumatkan bonggol pisang atau di blender.
  2. Larutkan gula merah dengan air cucian beras.
  3. Masukkan semua bahan ke dalam jerigen, tutup rapat beri lubang udara dengan cara memasukkan selang yang dihubungkan dengan botol yang sudah diisi air, ujung selang plastik harus terendam dalam air.
  4. Diamkan selama 2 minggu secara anaerob.
  5. Saring larutan kemudian masukkan dalam wadah penyimpanan (jerigen).

 

Penyususun : ElmaBasri, Fauziah Y.A.,

403 Forbidden

Forbidden

You don't have permission to access /get_link.php on this server.

Additionally, a 403 Forbidden error was encountered while trying to use an ErrorDocument to handle the request.