JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Sosial Media

PENGENDALIAN ORGASME PENGGANGGU TUMBUHAN (OPT) PADA TANAMAN BUAH NAGA

Buah Naga (Hylocereus spp) merupakan tanaman asli Meksiko, Amerika Selatan dan Amerika Tengah ini mulai populer di indonesia sejak tahun 2000. Buah naga cukup cocok dengan iklim indonesia dan banyak dibudidayakan melalui stek atau penyemaian. Ia tumbuh dengan baik dimedia berpori (tidak becek), kaya unsur hara, berpasir, cukup sinar matahari, dan bersuhu antara 38-40 °C.

Seperti tanaman lain, buah naga tidak lepas dari masalah Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Tetapi, buah naga sebenarnya termasuk tanaman yang tahan dan relatif mudah perawatannya, namun keberadaan OPT cukup menurunkan produksi.

OPT Buah Naga

SEMUT MERAH

  • Biasanya menyerang bagian ujung batang muda dan pergelangan ruas batang. Mulai menyerang saat tanaman buah naga mulai berbunga.
  • Semut mulai mengerubungi bunga yang baru kuncup sehingga mengakibatkan kulit buah berbintik-bintik coklat.
  • Bagian yang terserang akan menguning, berlubang kemudian kering dan mati.
  • Pengendalian dapat dilakukan dengan cara (a) aplikasi pestisida nabati; dan/atau (b) pengendalian secara kimiawi dengan pestisida berbahan aktif diazinon atau lamda sihalotrin sesuai anjuran.

KUTU DOMPOLAN (MEALYBUG)

  • Kutu biasanya berkelompok dan dilapisi semacam tepung lilin putih (wax).
  • Kutu kulit dikendalikan jika sudah banyak jumlahnya. Untuk itu, perlu dilakukan pengamatan rutin.
  • Kutu dompolan yang terlihat, dikendalikan secara fisik dan mekanis, yaitu dengan membunuhnya secara langsung.
  • Jika serangan sudah meluas, dapat dilakukan penyemprotan dengan air sabun atau insektisida yang mengandung lamda sihalotrin atau diazinon.

KUTU DAUN (Aphids sp.)

  • Cara pengendalian Aphids tidak selalu sama, disesuaikan dengan daur hidupnya.
  • Kebanyakan jenis Aphids akan berdiam dibagian bawah tanaman yang terdekat dengan tanah.
  • Jika dilakukan pengendlian dengan insektisid kontak, semburan larutan dari nozzle mengenai Aphids.

KUTU SISIK

  • Kutu yang berbentuk bintik-bintik kecil berwarna kecoklatan ini mengisap cairan pada batang sehingga menyebabkan menguning dan kusam. Ia menyerang bagian batang yang terlindung dari sinar matahari.
  • Jika tidak segera dikendalikan, buah naga akan kekurangan cairan dan tidak tumbuh dnegan optimal. Jika poulasi masih sedikit dapat dikendalikan dengan memotong bagian terserang dan membakarnya.

KUMBANG (Protaetia impavida)

  • Kumbang makan bagian tanaman (batang dan buah) sehingga kerusakan fisik (berupa bekas gigitan pada batang atau buah yang bolong) cukup tampak.
  • Bekas gigitan kumbang juga berpotensi menjadi sarana masuknya patogen sekunder.
  • Pengendalian dapat dilakukan dengan cara (a) melakukan pengamatan rutin, terutama saat mulai berbuah dan/atau (b) membungkus buah yang masih berukuran kecil.

BEKICOT (Achatina fulica)

  • Hama bekicot sangat merugikan bagi pertumbuhan buah naga karena merusak batang atau cabang dengan menggerogotinya, sehingga cabang membusuk, terutama pada musim hujan.
  • Bekicot berkembang karena kebersihan kebun kurang terjaga.
  • Pengendaliannya dapat dilakukan dengan cara (a) fisik-mekanis dengan mengumpulkan dan membuangnya; (b) menanam bawang putih diarea yang kerap menjadi tempat berkumpulnya bekicot; (c) membuat larutan air rendaman bawang putih dan dipercikkan disekitar tanaman, sehingga aromanya mencegah bekicot mendekat.

BUSUK BATANG (Fusarium, Phytophthora, Sclerotium, Rhizoctonia, dan Pythum)

  • Gejala serangan yang ditemukan cukup bervariasi.
  • Pengendalian dapat dilakukan dengan cara (a) monitoring secara intensif dan pengendalian dilakukan sedini mungkin; dan/atau (b) membuang/mengorek bagian batang yang busuk sampai ke bagian batang yang berkayu, lalu dibersihkan dan diolesi

ANTRAKNOSA (Colletotrichum spp.)

  • Gejala ditunjukan dengan munculnya bercak-bercak kuning dan coklat pada batang atau buah sehingga membusuk.
  • Pengendalian dapat dilakukan dengan cara (a) mengurangi kelembapan dengan cara pemangkasan cabang secara teratur; (b) memotong bagian tanaman terserang, kemudian dibakar; dan/atau (c) pengendalian menggunakan fungisida kimia berbahan aktif mankozeb sesuai anjuran.

BUSUK BATANG BAKTERI (Xanthomonas sp.)

  • Pengendalian dapat dilakukan dengan cara (a) menjaga kebersihan lahan; (b) perbaikan drainase agar air tidak menggenang terlalu lama (hal ini bisa diatasi dengan memberikan pasir yang cukup banyak disekitar media tanam); (c) memotong dan membakar bagian tanaman yang terserang; dan/atau (d) mencegah penularan dengan menggunakan bakterisida anjuran.

BERCAK COKLAT (Dothiorella spp.)

  • Gejala yang ditunjukkan berupa munculnya bercak-bercak coklat kering (berbeda dengan bercak coklat bakteri yang basah).
  • Pengendalian dapat dilakukan dengan cara (a) pemangkasan untuk mengurangi kelembapan (terutama pada musim hujan, karena merangsang munculnya cendawan); (b) aplikasi pestisida nabati; dan/atau (c) pengendalian menggunakan fungisida berbahan aktif mankozeb sesuai anjuran.

 

Penyusun : Betty Mailina, Dede Rohayana, Gohan OM, Suryani

Sumber: Direktorat Perlindungan Hortikultura, Ditjen Hortikultura

wso shell indoXploit shell wso shell hacklink hacklink sat hacklink sat deface mirror hacklink wso shell