JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Sosial Media

Pengolahan Kopi Petik Merah Semi Basah

Provinsi Lampung merupakan salah satu sentra produksi kopi di indonesia juga dikenal sebagai segitiga emas penghasil kopi Robusta bersama sama dengan  Provinsi Bengkulu dan Sumatera Selatan. Di daerah Lampung sentra produksi kopi terletak di Kabupaten Lampung Barat, Tanggamus dan Lampung Utara dengan jenis yang dominan di tanam Robusta. Luas pertanaman kopi di Lampung mencapai 160 ha atau 12,9 persen dari total luas areal kopi nasional yang mencapai 1,24 juta ha. Hasil produksi sebagian diekspor ke beberapa Negara Eropa, Jepang, Timur Tengah dan Australia. Produksi kopi di Indonesia sebagian besar diusahakan oleh rakyat (96,19%), sisanya oleh perusahaan besar milik swasta (1,99%) dan perusahaan besar milik Negara (1,82%).

 

Pada umumnya kopi rakyat masih merupakan kopi asalan dengan mutu rendah (grade 5 dan 6). Salah asatu upaya untuk memperbaiki mutu kopi tersebut untuk menjadi grade yang lebih baik dari sebelumnya adalah dengan melaksanakan pengolahan biji kopi basah secara sederhana atau dikenal juga pengolah biji kopi semi basah. Persyaratan yang utama yaitu dengan melaksanakan petik merah.

 

Tahapan proses adalah sebagai berikut :

 

  1. Pemanenan

Pemanenan disyaratkan dengan melakukan pemetikan terhadap buah kopi yang telah masak yang ditandai dengan warna merah (petik merah). Alat panen berupa karung atau keranjang bambu yang bersih dan memadai. Hindari kerusakan pada buah dan kontaminasi oleh tanah dan bahan kotor  lainnya.

 

  1. Sortasi Buah

Buah matang, muda dan kering atau yang jatuh ditanah dipisahkan dengan cara disortasi. Sortasi juga dapat dilakukan dengan sampling dan disyaratkan 95% buah merah.

 

  1. Perambangan

Perambangan dilakukan dengan merendam buah kopi dalam air. Buah yang mengapung diambil dan dipisahkan, sedangkan buah yang terendam (yang bagus) digunakan untuk proses pengolahan semi basah berikutnya.

 

  1. Pengupasan Kulit (pulping)

Proses pengupasan kulit dilakukan dengan menggunakan pulper. Buah kopi setelah dipanen, dipecah dengan menggunakan mesin pemecah kulit buah (pulper) sehingga diperoleh biji kopi  yang telah terpisah dari kulit buah.

 

  1. Pencucian Lendir (washing)

Setelah kulit buah kopi terkelupas dilakukan proses pencucian (washing) dengan menggunakan washer. Tujuan pencucian yaitu untuk menghilangkan lendir yang tertinggal pada biji kopi.

 

  1. Penjemuran Dua Hari

Penjemuran selama dua hari dilakukan untuk mempermudah dalam proses berikutnya yaitu pengupasan kulit tanduk. Penjemuran sebaiknya dilakukan di atas para-para. Kadar air yang dihasilkan pada tahapan ini masih tinggi berkisar 20%.

 

  1. Pengupasan Kulit Tanduk

Biji kopi yang dihasilkan dari proses di atas masih dilapisi oleh kulit tanduk, dikenal dengan kopi HS. Untuk menghilangkan kulit tanduk pada biji kopi dilakukan pengupasan kulit tanduk. Pengupasan kulit tanduk dilakukan dengan menggunakan huller dengan melaksanakan tahap ini biji kopi yang dihasilkan dikenal dengan kopi beras.

 

  1. Penjemuran Biji Kopi Tanpa Kulit Tanduk

Penjemuran biii kopi dilakukan sampai diperoleh kadar air kurang dari 13%. Hal ini dilakukan 2-3 hari dibawah sinar matahari dengan menggunakan para-para.

 

  1. Pengemasan dan Penyimpanan

Pengemasan biji kopi yang sudah dikeringkan yang telah mencapai kadar air di bawah 13% (batas kadar air biji kopi yang aman untuk disimpan)  dilakukan dalam karung-karung plastik atau karung goni yang bersih. Penyimpanan dilakukan hanya sementara sebelum biji kopi dijual ke eksportir atau diolah menjadi bubuk kopi.

 

Penyimpanan harus dilakukan di ruang yang bersih, mempunyai ventilasi dengan lubang udara yang memadai untuk menghindari terjadinya migrasi udara ke biji kopi. Sebaiknya karung di letakkan di atas palet kayu sehingga tidak langsung bersentuhan dengan lantai.

 

KLASIFIKASI MUTU

 

Klasifikasi mutu kopi berdasarkan sistem nilai cacat.

 

Tabel . Klasifikasi mutu berdasarkan sistem nilai cacat

 
   

 

 

MUTU

KRITERIA MUTU

Mutu 1

Jumlah nilai cacat maks 11

Mutu  2

Jumlah nilai cacat  12-25

Mutu 3

Jumlah nilai cacat   26-44

Mutu 4

Jumlah nilai cacat   45-80

Mutu 5

Jumlah nilai cacat   81-150

Mutu 6

Jumlah nilai cacat   151-225

 

Penulis : Alvi Yani, Nasriati, Betty M, Tri S, Ely N

Sumber : Dari berbagai sumber

wso shell indoXploit shell wso shell hacklink hacklink sat hacklink sat deface mirror hacklink wso shell