JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Sosial Media

Wamentan RI Buka Acara Temu Teknis Peneliti-Penyuluh Pertanian bersama BPTP Lampung dan Perhiptani Lampung: Pentingnya Sinergi Peneliti dan Penyuluh Pertanian untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan

 

Bandar Lampung – 10 November 2021. Di tengah suasana Hari Pahlawan 10 November 2021, BPTP Lampung bekerjasama dengan DPW Perhimpunan Penyuluh Pertanian (Perhiptani) Provinsi Lampung selenggarakan acara Temu Teknis Peneliti dan Penyuluh Pertanian di Provinsi Lampung, dengan mengangkat tema “Mewujudkan Ketahanan Pangan di Provinsi Lampung”.  Acara diselenggarakan secara online dan offline di kantor BPTP Lampung, diikuti oleh peneliti, penyuluh, instansi terkait, petani dan partisipan dari seluruh Indonesia.

Wakil Menteri Pertanian, Harvick Hasnul Qolbi dalam sambutannya menyampaikan bahwa Presiden RI saat ini sangat fokus terhadap sektor pertanian. “Petani memegang peranan penting untuk mencapai target produksi pangan agar kebutuhan pangan bagi 270 juta lebih penduduk Indonesia dapat terpenuhi dengan baik. Oleh karena itu, perlu adanya peran penyuluh pertanian dan para peneliti untuk mengkaji dan mendiseminasikan teknologi baik teknis maupun aspek non teknis untuk mempercepat berbagai program pemerintah yang dapat diakses dengan mudah oleh petani dan pelaku usaha dalam mewujudkan ketahanan pangan,” ungkapnya.

“Dengan adanya kebijakan baru dari pemerintah saat ini, adanya pembentukan kelembagaan baru BRIN agar dipandang secara optimis bagi peneliti dan penyuluh, karena pemerintah mencari jalan yang terbaik. Pertanyaan terkait hal tersebut terus mengemuka, namun mudah-mudahan kita bisa segera mencari jalan keluar yang baik, win-win solution, peneliti, penyuluh, pemerintah, semua stakeholder, baik pelaku bisnis, off farm, on farm, begitu juga para petani di lapangan, peternak, pekebun, agar semuanya bisa bersinergi dengan lebih baik,” lanjut Wamentan. “Presiden RI berkeinginan agar petani milenial menjadi program utama pemerintah. Ada dua hal yang bisa membuat anak muda tertarik di bidang pangan. Pertama masalah trust, kedua masalah income.  Peran peneliti dan penyuluh penting sekali, bagaimana mereka bisa memberikan arahan dan informasi yang tepat ke masyarakat. Di tengah situasi Hari Pahlawan ini, mari kita rapatkan barisan,” ungkap Wamentan.

Ketua Perhiptani Provinsi Lampung, Ir. Sutono, MM menyampaikan perlunya perhatian kepada penyuluh pertanian daerah, dan berharap diseminasi teknologi ke daerah lebih deras lagi, meskipun adanya pengalihan peneliti ke BRIN.

Kepala BPTP Lampung, Dr. Drs. Jevky Hendra, M.Si. menyampaikan bahwa sinergi peneliti dan penyuluh sangat berpengaruh terhadap terwujudnya ketahanan pangan. Hadir sebagai narasumber yaitu Peneliti Utama Badan Litbang Pertanian, Dr. Ir. Prama Yufdy, M.Sc., Dekan Fakultas Pertanian Universitas Lampung, Prof. Dr. Ir. Irwan Sukri Banuwa, M.Si., dan Penyuluh Pertanian BBP2TP, Dani Medionovianto, S.Pt.   

Menurut Peneliti Utama Balitbangtan, Prama Yufdy, sektor pertanian mempunyai peranan vital dan menjadi leading sektor dalam mendukung pembangunan nasional, khususnya dalam memenuhi tuntutan kebutuhan pangan dan energi. “Terbukti di tengah bangsa Indonesia yang saat ini tertimpa krisis karena adanya wabah, sektor pertanian tetap menunjukan peningkatan yang positif. Dengan sinerginya peneliti dengan penyuluh, diharapkan teknologi dan inovasi pertanian tetap tetap berkembang,” ungkap Sekretaris Balitbangtan Periode 2016-2019 tersebut.

Penyuluh Pertanian BBP2TP,  Dani Medionovianto menyampaikan materi mengenai Peran Penyuluh dalam Hilirisasi Teknologi dan Inovasi Balitbangtan untuk mewujudkan Ketahanan Pangan. Salah satu tolak ukur keberhasilan desiminasi inovasi pertanian adalah tingkat adopsi dan penerapan inovasi. Dekan Faperta Unila, Irwan Sukri Banuwa menyampaikan materi mengenai Peran Peneliti dan penyuluh Menuju Ketahanan Pangan dalam Kerangka Pertanian Berkelanjutan.

Sumber: BPTP Lampung