JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Sosial Media

Konsinyasi Penyusunan Laporan Kegiatan Pengembangan Inovatif Kolaboratif Lahan Kering Masam

 

Bertempat di Grand Elty Kabupaten Lampung Selatan, BPTP Lampung melaksanakan penyusunan laporan kegiatan Riset dan Pengembangan Inovatif Kolaboratif Lahan Kering Masam (RPIK LKM) pada tanggal 21 November 2021. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka menyempurnakan laporan akhir kegiatan RPIK LKM. Selain itu juga untuk menginisiasi dan menginventarisasi draf karya tulis yang bersumber dari kegiatan RPIK LKM. Kegiatan konsinyasi ini dibuka oleh Kepala BPTP Lampung, Dr. Drs. Jekvy Hendra, M.Si. yang dalam sambutannya  menyampaikan apresiasi dan juga terimakasih atas capaian kinerja tim RPIK LKM dan tim yang terlibat pada kegiatan panen dan tanam jagung di Desa Karang Rejo  Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, dimana acaranya dihadiri oleh ketua dan beberapa anggota Komisi IV DPR RI. Melalui kegiatan ini Kepala Balai menyatakan bahwa SDM yang ada di BPTP Lampung sudah teruji dan riset yang dilakukan mampu bersaing dengan balai- balai riset yang ada.

Kegiatan RPIK di Provinsi Lampung mengambil topik Pengujian Paket Teknologi Pertanian Inovatif Presisi Berbasis Komoditas Jagung Untuk Keberlanjutan Usahatani di Lahan Kering Masam Wilayah Lampung. Kegiatan ini dibagi menjadi tiga kegiatan utama yaitu: (1) Rakitan Inovasi Teknologi "Two Sipp" tumpang sisip berbasis tanaman jagung dengan tanaman bernilai ekonomi untuk model usahatani yang produktif dan efisien di lahan kering masam Lampung, yang dikomandani oleh Dr. Slameto, (2) Peningkatan SDM melalui bimbingan teknis pengelolaan lahan, teknologi produksi, penanganan hama penyakit, pengelolaan pasca panen jagung provitas tinggi, dan kerjasama kelompok, salah satunya dengan melakukan Demplot inovasi teknologi pertanian berbasis hayati yang dikomandani oleh Endriani, S.P.,  M.Si, dan (3) Pemetaan status resistensi terhadap beberapa jenis insektisida pada hama utama jagung Spodoptera frugiperda di Lampung yang dikomandani oleh Dr. Danarsi Diptaningsari.


Dari masing-masing penanggungjawab diperoleh informasi bahwa kegiatan pertama saat ini masih berlangsung. Tanaman jagung pada kegiatan ini masih dalam proses pengeringan sedangkan untuk cabai masih dalam proses panen. Untuk kegiatan yang kedua diperoleh hasil bahwa paket introduksi memiliki produksi yang lebih baik bila dibandingkan dengan paket eksisting (yang biasa dilakukan petani) serta terdapat penghematan biaya dalam budidaya jagung. Diinformasikan bahwa aplikasi pestisida nabati di areal pertanaman jagung di lokasi kegiatan dapat mengurangi serangan ulat grayak. Rekomendasi teknologi yang tepat belum bisa diperoleh karena saat ini masih dilakukan pertanaman untuk musim tanam kedua. Selanjutnya pada kegiatan yang ketiga masih dalam tahap proses penyelesaian. Dari empat bahan aktif yang digunakan untuk mengukur resistensi ulat, baru dua bahan aktif yang digunakan. Dari hasil evaluasi dua bahan aktif yang telah digunakan didapatkan informasi bahwa metode aplikasi penyemprotan masih belum tepat sehingga ulat yang ada pada tanaman jagung setelah disemprot satu kali masih ada.

Sumber: Tim RPIK LKM dan tim medsos BPTP Lampung.