JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Sosial Media

FGD Pengembangan Lada dan Kopi di Kabupaten Tanggamus

Kotaagung, 12 Oktober 2021. Lada dan kopi merupakan dua komoditas perkebunan unggulan di Kabupaten Tanggamus. Dua komoditas ini paling banyak dibudidayakan petani pekebun di beberapa kecamatan seperti Air Naningan, Pulau Panggung, dan Ulubelu. Dewasa ini, pengembangan komoditas lada dan kopi di Kabupaten Tanggamus dihadapkan banyaknya tantangan baik dari aspek on farm (kegiatan budidaya) maupun off farm (pengolahan dan pemasaran). Dari aspek budidaya, produktivitas kedua komoditas ini  masih tergolong rendah.  Hal ini disebabkan beberapa faktor diantaranya sebagian besar petani belum menerapkan praktik budidaya yang sesuai rekomendasi, serta serangan hama dan penyakit. Upaya peremajaan yang dilakukan petani belum sepenuhnya sesuai anjuran sehingga pemulihan populasi dan produktivitas lahan menjadi lambat. Pada sisi pengolahan dan pemasaran kendala utama terletak pada mutu hasil dan pasar.  

Lada dan kopi merupakan komoditas ekspor yang diutamakan aspek kualitas mutu dan kesehatan produk.  Kualitas produk sangat tergantung pada aspek budidaya dan penanganan pascapanen. Praktik budidaya yang tidak sesuai standar anjuran menyebabkan kualitas produk sangat beragam dan sulit dikontrol.  Akibatnya sangat sulit memperoleh kualitas mutu hasil yang seragam dan baik.

Acara FGD ini diinisiasi oleh Badan Litbang Pertanian melalui Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian berkolaborasi dengan BPTP Lampung.  Acara yang digelar di Rumah Dinas Ketua DPRD Kabupaten Tanggamus ini dihadiri oleh Wakil Bupati Tanggamus (Hi. AM. Syafi'i, S.Ag.),  Ketua DPRD Tanggamus, Ketua Asosiasi Eksportir Lada, Kepala BPTP Lampung, Peneliti Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, Akademisi, Direktur Bank Lampung KCP Kotaagung, instansi terkait, serta pelaku utama (petani) dan pelaku usaha (pedagang pengumpul).  

Wakil Bupati Tanggamus (Hi. AM. Syafi'i, S.Ag.) menyampaikan bahwa sebagai bentuk dukungan terhadap sisi pemasaran produk olahan kopi dan lada, Pemkab Tanggamus melalui Dinas Koperindag dan UMKM telah menandatangani MoU dengan 400 gerai Alfamart.  Menurutnya upaya ini guna merangsang berkembangnya UMKM yang bergerak di bidang pengolahan produk pertanian.  Ditambahkan bahwa sampai saat ini di Kabupaten Tanggamus telah terdapat 60 Kelompok Wanita Tani yang telah memiliki produk olahan kopi yang bersertifikat halal dan Badan POM.  Beliau sangat berharap dukungan semua pihak khususnya dalam meningkatkan kompetensi petani tidak hanya pada aspek budidaya namun juga dibidang pasca panen dan pemasaran.  Semua upaya tersebut menurutnya, guna menjaga daya tarik komoditas kopi dan lada sehingga petani tidak beralih komoditas.

Peneliti Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Pertanian, Dr. Ir. Muchammad Yusron, M.Phil menyampaikan beberapa dukungan Badan Litbang Pertanian dalam pengembangan komoditas lada dan kopi, diantaranya melalui kegiatan Riset Pengembangan Inovatif Kolaboratif berupa demplot dan demfarm yang berpusat di Kecamatan Air Naningan dan Pulau Panggung yang telah dilaksanakan sejak April 2021.  Selain mengintroduksi inovasi teknologi di bidang budidaya, Badan Litbang Pertanian melalui kegiatan RPIK ini juga mendiseminasikan teknologi pengolahan lada.  Melalui kegiatan RPIK ini, standar praktik budidaya dan pengolahan lada dan kopi diterapkan dan diharapkan dapat segera diadopsi secara masif oleh petani.

Sumber: Tim RPIK Perkebunan BPTP Lampung