JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Sosial Media

Pengembangan Ayam Lokal Pedaging Unggul (KUB-1 & SENSI-1 AGRINAK) di TSP Natar.

Program Kementerian Pertanian pada era kini berhasil meningkatkan produksi pertanian, komoditas utama yang menjadi target dalam rangka swasembada dan surplus produk adalah komoditas berbasis pangan.  Namun komoditas peternakan masih perlu ditingkatkan melalui penemuan inovasi teknologi yang lebih maju. Kondisi industri perunggasan di Indonesia,  khususnya ayam ras telah berkembang sesuai dengan harapan. Industri perunggasan tersebut telah mencapai tingkat efisiensi usaha pada skala optimal. Namun demikian tetua dari jenis unggas dimaksud masih tergantung dari impor.

Disisi lain pada beberapa dekade terakhir ternak ayam lokal telah menjadi usaha alternative  yang cukup menjanjikan dengan pangsa pasar prospektif dan dapat diandalkan sebagai sumber pendapatan keluarga. Peran bibit ternak unggul merupakan faktor produksi penting, sehingga diperlukan ketersediaan bibit ternak secara berkelanjutan, baik kuantitas maupun kualitas dalam satu jaringan industri peternakan.

Badan Penelitian dan Pengembagan Pertanian dalam hal ini Balai Penelitian Ternak Ciawi telah memproduksi ayam KUB-1 dengan keunggulan produksi telur yang tinggi. Dimana produksi jenis ayam betina (henday) mencapai 45-50 %, sedangkan puncak produksi telur mencapai 84% pada umur ayam 31 minggu, bobot telur pertama 30 gr/butir dan akan  terus meningkat sampai 36 gr/butir pada akhir bulan kedua berproduksi (Sartika, 2015).

Sedangkan untuk Ayam Sensi-1 Agrinak merupakan ayam lokal pedaging unggul, yang dapat dimanfaatkan sebagai ayam niaga atau sebagai ayam tetua.   Ayam Sensi-1 Agrinak dengan bulu abu mempunyai tingkat keseragaman 88%, bobot tubuh anak umur satu hari sebesar 29,7 gr/ekor jantan maupun betina, bentuk jengger kacang pada umur 70 hari, bobot tubuh umur 70 hari jantan mencapai 1000  gr/ekor, bobot betina 800 gr/ekor. Sedangkan bobot umur 20 minggu jantan mencapai 2381 kg/ekor dan betina 1528 kg/ekor.

Untuk itu fokus pengembangan perbibitan ternak masih perlu dilakukan. Dengan harapan penyediaan bibit unggul ternak akan mampu mensuplai ketersediaan bibit sehingga aspek budidaya dan aktivitas agribisnis peternakan akan berkelanjutan.  Kegiatan pengembangan ayam pedaging lokal unggul ini dilakukan di Taman Sains Pertanian Natar. Ir.  Elma Basri sebagai penanggung jawab kegiatan menngemukakan bahwa di  TSP Natar akan mengembangkan ayam sebanyak 600 ekor yang terdiri dari  ayam PS DOC KUB sebanyak 500 ekor dan PS DOC SenSi  sebanyak 100 ekor.  Kegiatan ini diarahkan menjadi  kegiatan percontohan peternakan ayam skala kecil model  Inti di TSP Natar.

 

Sumber : Tim Humas BPTP Lampung

 

     

instagram takipçi hilesi hacklink c99 shell Google