JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Pengendalian Keong Mas di Lahan Sawah Padi

Keong Mas merusak tanaman padi dengan cara memarut jaringan tanaman dan memakannya dan menyebabkan adanya bibit yang hilang di pertanaman. Pada umumnya keong mas memakan tanaman muda yang baru ditanam . Bekas potongan daun dan batang yang diserang terlihat mengambang . Serangan keong mas yang parah dapat mengakibatkan tanaman padi yang baru di tanam habis total.

Saat-saat penting untuk mengendalikan keong mas adalah pada 10 hari pertama untuk padi tanam pindah dan sebelum tanaman berumur 21 hari pada sistem tabela (tanam benih secara langsung). Setelah umur tersebut, tingkat pertumbuhan tanaman biasanya lebih tinggi dari pada tingkat kerusakan akibat keong.

Cara Mengendalikan

  • Musuh alami : bebek memakan keong muda. Bebek ditempatkan di sawah selama persiapan lahan tahap akhir atau setelah tanaman tumbuh cukup besar (misalnya 30-35 hari setelah tanam).
  • Pemungutan: Pungut keong dan hancurkan telurnya. Hal ini paling baik dilakukan di pagi dan sore hari ketika keong berada pada keadaan aktif. Tancapkan tongkat bambu untuk menarik keong dewasa agar meletakkan telurnya.
  • Penggunaan umpan: Tempatkan dedaunan yang menarik perhatian keong agar pemungutan keong lebih mudah (tanaman yang memungkinkan adalah: pisang dan pepaya). Letakkan dedaunan tersebut ditepi-tepi sawah.
  • Pengelolaan air: Keong bersifat aktif pada air yang menggenang/diam dan karenanya, perataan tanah dan pengeringan sawah yang baik dapat membantu mengurangi kerusakan. Saluran saluran air kecil (misalnya, lebar 15-25 cm dan dalam 5 cm) juga dapat dibuat, setelah persiapan lahan tahap akhir. Buat saluran-saluran kecil dengan menarik kantung berisi benda berat dengan interval 10-15 m atau di sekitar sudut-sudut sawah. Saluran-saluran kecil ini memudahkan pengeringan dan bertindak sebagai titik fokus untuk mengumpulkan keong atau membunuh keong secara manual dengan lebih mudah. Apabila pengendalian air baik, pengeringan dan pengaliran air ke sawah dilakukan hingga stadia anakan (misalnya, 15 hari pertama untuk tanam pindah dan 21 hari pertama untuk tabela).
  • Pengunaan tanaman beracun: Tempatkan tanaman beracun misalnya daun Monochoriavaginalis, daun tembakau, dan daun Kalamansi di saluran-saluran kecil.
  • Pencegahan masuk ke sawah: Tempatkan penyaring dari kawat atau anyaman bambu pada saluran keluar dan masuk irigasi utama untuk mencegah masuknya keong. Cara pengendalian ini kurang efektif karena kebanyakan keong mengubur dirinya sendiri dan “hibernasi” di sawah ketika tanah mengering.
  • Pengendalian secara kimia: Gunakan pestisida yang berbahan aktif niclos amida dan deris. pilih produk-produk yang tersedia di toko pertanian yang memiliki kadar racun rendah terhadap manusia dan lingkungan.